Berita

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri di Gedung Kesenian Jakarta/Dok PDIP

Politik

Cerita Mega saat Bung Karno Cari Makam Imam Bukhari

SELASA, 15 APRIL 2025 | 22:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan sudah terjalin sejak lama, baik secara historis maupun spiritual.

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri bahkan menceritakan bagaimana usaha sang ayah yang juga sebagai Presiden pertama RI, Soekarno (Bung Karno) mencari makam ulama besar Uzbekistan, Imam Bukhari.

Diceritakan Megawati, Bung Karno sempat meminta pemimpin Uni Soviet, Nikita Kruschev mencari lokasi makam Imam Bukhari saat berkunjung ke negara tersebut tahun 1956.


"Awalnya banyak yang menentang, bahkan lokasi makam nyaris terlupakan. Namun, Bung Karno dengan tegas berkata, Kalaupun harus naik kereta api sendiri, saya akan tetap pergi," kata Megawati di Gedung Kesenian Jakarta, Sawah Besar, Jakarta, Selasa malam, 15 April 2025.

Langkah Bung Karno itu pun membawa dampak besar. Pemerintah Uni Soviet akhirnya merespons dengan menemukan serta memugar makam Imam Bukhari.

Kini, kompleks makam di Desa Hartang, 25 kilometer dari Samarkand, Uzbekistan telah berubah menjadi destinasi wisata religi umat Islam dari seluruh dunia.

"Dari langkah kecil itu, lahirlah perubahan besar. Pemerintah Uni Soviet mulai membuka pintu terhadap warisan Islam di Asia Tengah. Imam Bukhari pun kembali hadir dalam kesadaran umat, bukan hanya sebagai tokoh agama, tetapi sebagai simbol pengetahuan, moralitas, dan kebesaran peradaban Islam," pungkas Megawati.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya