Berita

Plt Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Bob T Ananta (tengah), bersama Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna (kiri), dan SEVP Branding & Communication BSI, Kemas Erwan Husainy (kanan), menunjukkan layanan emas di BSI yakni BSI Cicil Emas, BSI Gadai Emas, dan BSI Emas yang dapat dilakukan melalui BYOND by BSI/Istimewa

Bisnis

Emas Solusi Investasi Saat Ini, Transaksi Logam Mulia di BSI Bebas Antre

SELASA, 15 APRIL 2025 | 22:07 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Emas masih tetap dinilai sebagai solusi instrumen investasi saat ini, karena merupakan aset safe haven, terlebih di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. 

Nah, untuk mempermudah masyarakat memiliki aset emas, bertransaksi logam mulia melalui layanan perbankan syariah dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dipastikan bebas antrean. 

Hal tersebut diungkapkan Plt. Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, saat halal bihalal bersama jurnalis dari berbagai media massa terkemuka di kantor pusat BSI, The Tower, Jakarta, Selasa 15 April 2025. 


Bob menjelaskan, proyeksi harga emas baik dalam jangka menengah maupun panjang masih meningkat, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih menantang. Adapun dalam jangka menengah harga emas diproyeksi naik hingga 3.200 dolar AS per troy ounce, bahkan bisa mencapai 4.500 dolar AS per troy ounce pada pengujung 2025 menurut Goldman Sachs.

‘’Kami sangat optimistis dengan potensi bisnis emas ke depan bagi pertumbuhan BSI dan tentu saja benefit untuk masyarakat. Dan insyaAllah dengan inovasi layanan bisnis emas dari BSI, masyarakat tidak perlu mengantre saat bertransaksi,’’ kata Bob menekankan.

Menurut Bob, pascapenetapan sebagai bank emas oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 lalu, BSI terus memperkuat infrastruktur serta menyosialiasikan layanan bisnis emas kepada masyarakat. Oleh karena itu, dalam kurun satu bulan setelah diluncurkan bisnis BSI Emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan terdorong oleh tren harga yang berkilau dan kesiapan produk.

Dengan demikian, menurut Bob, sebagai instrumen investasi safe haven nasabah yang memiliki emas saat ini telah mendapatkan benefit dari kenaikan harga emas. Dia juga menjelaskan bahwa cara paling ideal untuk masyarakat agar memiliki atau menambah emas adalah melalui cicil emas Bank BSI.

Karena melalui produk cicil emas, nasabah melakukan akad pembiayaan pembelian emas dengan harga saat ini dan dicicil sesuai jangka waktu yang disepakati. 

"Awal 2024 harga emas masih sekitar Rp1 juta per gram dan saat ini sempat menyentuh Rp1,89 juta per gram. Mereka yang membeli emas lewat cicilan, sudah bisa menikmati kenaikan harga emasnya. Ibaratnya dengan cicil emas nasabah membeli emas pada masa depan dengan harga sekarang,” paparnya. 

Ragam dan Kemudahan Layanan

Lebih lanjut Bob merinci, perseroan juga menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki emas melalui layanan digital. Layanan tersebut antara lain BSI Emas yang merupakan jual beli dan titip emas melalui BYOND by BSI. Layanan ini memungkinkan nasabah membeli emas kapan saja dan di mana saja dengan harga yang kompetitif dan murah karena bisa diperoleh mulai dari 0,1 gram. 

‘’Jadi tidak perlu antre untuk mendapatkan logam mulia. Belum lagi repot harus menyimpan fisiknya,’’ tuturnya. 

Jika nasabah ingin menjual emasnya, mereka akan mendapat penawaran gap harga jual dan beli yang tidak terlalu besar. Sementara jika ingin mencetak emasnya, nasabah tinggal menghubungi kantor layanan terdekat.

BSI telah lebih dulu mengembangkan layanan BSI cicil emas dan BSI Gadai Emas. BSI Cicil Emas merupakan pembiayaan kepemilikan emas Logam Mulia dan BSI Gold dengan keunggulan dapat membeli emas dengan harga saat akad, serta dapat dicicil dengan angsuran Tetap. 

Proses cicil emas disiapkan BSI bagi nasabah secara mudah dan cepat dengan tenor 1-5 tahun. Selain itu, emas fisik tersimpan aman dan diasuransikan selama masa pembiayaan. Sehingga masyarakat mendapat manfaat investasi emas jangka panjang. 

Adapun layanan cicil emas dapat dilakukan secara offline di seluruh Kantor Cabang BSI dan online melalui BYOND by BSI.

Sedangkan untuk layanan BSI Gadai Emas adalah fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas untuk memperoleh uang tunai dengan proses mudah dan cepat. Layanan ini juga memiliki keunggulan taksiran emas tinggi, biaya lebih murah, dapat melakukan perpanjangan juga Top Up melalui BYOND by BSI, serta dapat melayani take over dari institusi gadai lain.

“Saat ini BSI juga menyosialisasikan emas sebagai instrumen investasi bagi yang mempersiapkan perjalanan ibadah haji dan umrah. Dengan masa tunggu yang relatif lama bagi calon jamaah Indonesia maka pemenuhan biaya penyelenggaraan ibadah haji dapat dipenuhi dengan cicilan emas,” pungkas Bob.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya