Berita

AR, tersangka penipuan dan penggelapan investasi bodong robot trading Net89 diserahkan ke Kejari Jakbar/Ist

Presisi

Bareskrim Serahkan Satu Tersangka Robot Trading Net89 ke Kejari Jakbar

SELASA, 15 APRIL 2025 | 20:58 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipidesksus) Bareskrim Polri menyerahkan satu tersangka penipuan dan penggelapan investasi bodong robot trading Net89 ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Selasa, 15 April 2025.

Kasubdit V Subdit II Ditipidesksus, AKP Geo Veranza menjelaskan, pihaknya telah melimpahkan berkas dan tersangka AR. Dalam kasus ini, AR berperan mempromosikan dan mengajak korban untuk gabung ke robot trading Net89.

"AR juga menjanjikan para korban mendapat keuntungan. Tersangka ini pegang wilayah Jateng, Jabar, dan Jakarta," kata Geo di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.


AR adalah tersangka ke-8 yang sudah diserahkan ke Kejari Jakarta Barat. Masih ada lima berkas perkara yang akan dilimpahkan penyidik ke tahap kedua.

"Untuk barang bukti tersangka AR ini yakni ada uang tunai dan sejumlah dokumen lainnya," kata Geo.

Bareskrim Polri juga telah menyita aset para tersangka investasi bodong ini senilai Rp1,5 triliun berupa tanah dan bangunan tidak bergerak, serta barang bergerak seperti mobil mewah berbagai merek. Bareskrim juga menyita uang tunai Rp52,5 miliar.

Berikut daftar 15 tersangka dalam kasus ini; Komisaris PT SMI-DPO dan Red Notice, AA; Dirut PT SMI-DPO dan Red Notice, LSH; founder dan exchanger NET89, ESI, DI, dan YW.

Kemudian Sub-Exchanger NET89, RS, AR, FI, AA, dan MA. Direktur PT CAD, BS; Komisaris PT CTI, MA; istri AA yang menjabat Komisaris PT SMI, TL (DPO), Direktur IT PT SMI, IR; dan Badan Hukum PT SMI.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya