Berita

Ilustrasi/Kementerian ESDM

Bisnis

Bahlil Usul Agar RI Tambah Kuota Impor Migas dari AS Senilai Rp167 Triliun

SELASA, 15 APRIL 2025 | 15:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah sedang menghitung kemungkinan meningkatkan impor minyak dan LPG dari Amerika Serikat (AS). 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bahkan mengusulkan penambahan kuota impor minyak dan LPG (migas) dari AS senilai lebih dari 10 miliar Dolar AS atau sekitar Rp167,73 triliun. 

Nilai fantastis tersebut memiliki dasar, yang menurut Bahlil, sebagai jurus pamungkas untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara AS dengan Indonesia, yang menjadi biang keladi ancaman tarif 32 persen. 


"Kami dari ESDM mengusulkan agar kita mengimpor sebagian minyak dari Amerika dengan menambah kuota impor LPG yang angkanya kurang lebih di atas 10 miliar dolar AS," kata Bahlil di acara pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2025 di Jakarta, Selasa 15 April 2025.

“Data BPS mengatakan surplus Indonesia 14,6 miliar Dolar AS. Maunya Amerika seperti apa? Agar neraca perdagangan kita seimbang,” terang Bahlil.

Ia menampik spekulasi bahwa pemerintah akan menggunakan mineral kritis sebagai alat lobi untuk merayu AS. 

Menurutnya,  yang menjadi permasalahan adalah keseimbangan neraca perdagangan, bukan pada komoditas strategis lainnya.Namun, jika Amerika ingin membicarakan kerja sama mineral kritis dengan Indonesia, maka pemerintah terbuka untuk membahas hal tersebut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya