Berita

Mantan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor alias Paman Birin/Ist

Hukum

Usai Kalah di Praperadilan, Ini Rencana KPK buat Paman Birin

SELASA, 15 APRIL 2025 | 08:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tindak lanjut terhadap perkara yang melibatkan mantan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor alias Paman Birin masih akan didiskusikan antara pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan pejabat struktural.

Hal ini dilakukan KPK usai Paman Birin menang dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Jurubicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, berdasarkan putusan praperadilan pada 12 November 2024 lalu, Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas nama Sahbirin Noor sudah tidak berlaku.


"Untuk itu, ada diskusi internal ya pembahasan secara internal untuk pelaksanaan putusan praperadilan tersebut. Dan bagaimana tindak lanjutnya, tentu kita perlu menunggu, baik itu dari Biro Hukum maupun dari pimpinan, deputi penindakan, terkait apa tindak lanjut terhadap perkara tersebut," kata Tessa kepada wartawan, Selasa 15 April 2025.

Sementara itu, Tessa menyebut bahwa pemeriksaan Paman Birin sebagai saksi di persidangan untuk terdakwa penerima suap lainnya merupakan kewenangan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Ya saya pikir karena itu menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum untuk memanggil saksi-saksi yang ada di dalam berkas, maupun yang sudah dimasukkan ke dalam daftar saksi, saya pikir kita tunggu saja, apakah yang bersangkutan akan dilakukan pemanggilan atau tidak," pungkas Tessa.

Pada Minggu 6 Oktober 2024, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Provinsi Kalsel. Sebanyak 17 orang diamankan dalam kegiatan itu.

Dari OTT itu, KPK mengamankan barang bukti berupa uang Rp12.113.160.000 (Rp12,1 miliar) dan 500 dolar AS yang merupakan bagian dari fee 5 persen untuk Sahbirin terkait pekerjaan lainnya di Dinas PUPR Pemprov Kalsel.

KPK menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, yakni Sahbirin Noor selaku Gubernur Kalsel, Ahmad Solhan selaku Kepala Dinas PUPR Pemprov Kalsel, Yulianti Erlynah selaku Kepala Bidang Cipta Karya sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK).

Selanjutnya, Ahmad selaku pengurus rumah Tahfiz Darussalam sekaligus pengepul uang, Agustya Febry Andrean selaku Plt Kepala Bagian Rumah Tangga Gubernur Kalsel, Sugeng Wahyudi selaku swasta, dan Andi Susanto selaku swasta.

Namun demikian, status tersangka Paman Birin dibatalkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui proses praperadilan.



Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya