Berita

Suasana persidangan/RMOL

Politik

Demokrat:

Reformasi Peradilan Harus Menyeluruh dan Sistemik

SENIN, 14 APRIL 2025 | 23:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Penangkapan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Muhammad Arif Nuryanta dan enam tersangka lain dalam perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) harus jadi momentum reformasi sistem peradilan Indonesia.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Didik Mukrianto, menegaskan kejadian ini menjadi bukti bahwa reformasi yang selama ini digaungkan belum menyentuh akar masalah dan belum efektif mencegah korupsi, terutama di level pimpinan lembaga peradilan.

Menurutnya, pengawasan internal Mahkamah Agung melalui Badan Pengawasan (Bawas MA) serta Komisi Yudisial (KY) harus diperkuat. Ia mengkritisi kelemahan struktural, di aman KY hanya memiliki kewenangan rekomendasi dan Bawas MA sering dianggap kurang independen. 


“Struktur ini harus dirombak untuk memastikan akuntabilitas tanpa campur tangan," kata Didik lewat akun X miliknya, Senin 14 April 2025.

Selanjutnya, ia mempertanyakan keseriusan MA dalam menjalankan reformasi seperti Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini menilai program semacam itu harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan tidak hanya sebatas formalitas. 

"Reformasi menyeluruh dibutuhkan untuk mengembalikan kepercayaan bahwa keadilan bukan komoditas," tegasnya.

Reformasi peradilan bukan hanya kebutuhan internal, tetapi juga bagian dari komitmen global Indonesia terhadap integritas hukum, termasuk dalam memenuhi standar Konvensi PBB Anti Korupsi (UNCAC). 

“Tanpa perubahan sistemik, penegakan hukum hanya akan menangkap pelaku individu tanpa membongkar jaringan korupsinya," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya