Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/RMOL

Politik

Bakal Terbang ke Washington DC, Airlangga Siapkan Jurus Hadapi Tarif AS

SENIN, 14 APRIL 2025 | 13:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah strategis jelang pertemuan penting dengan Pemerintah Amerika Serikat terkait tarif perdagangan. 

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai memimpin rapat koordinasi teknis terbatas yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Investasi, Wakil Menteri Luar Negeri, serta OJK.

Dalam rapat tersebut, dibahas posisi Indonesia terhadap tarif 32 persen yang dikenakan oleh Pemerintah AS terhadap produk-produk asal Indonesia. 


Saat ini, tarif tersebut sedang dalam masa penangguhan selama 90 hari, dan Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diundang ke Washington DC untuk membahas isu ini secara langsung.

"Terkait dengan itu pada tanggal 16 sampai dengan 23 April nanti beberapa menteri yang ditugaskan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto akan berangkat ke Washington DC," kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin 14 April 2025.

Di Washington DC, delegasi Indonesia yang dipimpin Airlangga ini akan berdialog dengan dengan United States Trade Representative (USTR), U.S. Chamber of Commerce, serta lembaga-lembaga terkait lainnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri Sri Mulyani juga akan berangkat ke AS. Menkeu dijadwalkan menghadiri Spring Meeting yang diselenggarakan oleh World Bank di waktu yang bersamaan.

"Tentu beberapa hal sudah dibahas dengan kementerian dan lembaga sehingga kami sudah mempersiapkan paper yang relatif lengkap," tegas Airlangga.

Dia menambahkan, seluruh isu akan direspons dengan serius dalam proses negosiasi yang bersifat rahasia. 

Selain tarif, juga akan dibahas soal pajak pertambahan nilai (PPN) serta berbagai hambatan lainnya yang mempengaruhi kelancaran perdagangan bilateral kedua negara.

"Namanya negosiasi rahasia. Tapi nanti akan banyak pembicaraan ada tarif, ada PPN ada non tarif barrier itu bagian dari negosiasi," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya