Berita

Warga antre beli emas Antam/Tiktok mbsgold_27

Bisnis

Viral Warga Antre Beli Emas, Ekonom Prediksi Harga Bisa Tembus Rp2,5 Juta di Akhir Tahun

SENIN, 14 APRIL 2025 | 12:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video viral yang memperlihatkan puluhan warga berebut antrean untuk membeli emas batangan Antam di sebuah pusat perbelanjaan.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Mal Cibinong City, dan terekam dalam sebuah video yang diunggah akun TikTok mbsgold_27. 

Dalam tayangan tersebut, terlihat warga berlarian menuju booth toko emas saat baru dibuka, demi mendapat giliran pertama membeli logam mulia. Dalam narasi video disebutkan bahwa antrean tersebut bukan untuk bantuan sosial seperti sembako, melainkan pembelian emas. 


“Antrian sembako (X), Antrian beli emas (V),” tulis keterangan dalam video tersebut.

Fenomena ini menjadi sorotan publik di tengah tren kenaikan harga emas yang terus berlanjut. Tak sedikit warganet yang menyampaikan keheranannya atas antusiasme masyarakat membeli emas saat harga logam mulia tengah melambung, dan menduga hal tersebut mempromosikan bank emas.

“Promosi bank emas,biar rakyat tertipu jual aset buat beli emas. Padahal itu semua propaganda pemerintah,biar bank emas laku, padahal daya beli masyarakat amat sangat rendah,” kata salah satu warganet di YouTube.

Sementara itu, ada pula yang menyebut fenomena ini sebagai bentuk kepanikan menghadapi situasi ekonomi yang kian tidak pasti.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai fenomena tersebut mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi, sehingga mencari instrumen lindung nilai yang aman seperti emas.

“Jarang terjadi koreksi harga emas yang dalam. Ketika ekonomi makin tidak pasti, harga emas justru terus naik,” kata Bhima kepada RMOL, pada Senin 14 April 2025.

Ekonom itu memperkirakan harga emas batangan, seperti Antam, dapat menembus Rp2,3 juta hingga Rp2,5 juta per gram pada akhir 2025. Menurutnya, ancaman resesi global menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga emas.

“Jadi tren harganya akan tetap akan mencatat rekor baru terus harga emas sampai akhir tahun 2025. Apalagi kalau ekonomi benar-benar ada resesi global, harga emasnya akan melejit dan susah emas balik lagi ke harga sebelum 2025,” tambah Bhima.

Fenomena antrean pembelian emas ini dinilai menjadi penanda baru perubahan pola pikir masyarakat dalam menghadapi krisis, di mana logam mulia kembali menjadi pilihan utama dalam menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Karena ancaman resesi ekonominya kan makin meningkat ya,”tuturnya.

Saat ini, emas Antam sendiri dibanderol Rp1.896.000 per gram, turun sedikit dari perdagangan akhir pekan kemarin yang sempat mencetak rekor tertinggi di angka Rp1.904.000 per gram.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya