Berita

Acara diskusi panel The Yudhoyono Institute/RMOL

Politik

Respons AHY terkait Tarif Trump: Ini Bukan April Mop

MINGGU, 13 APRIL 2025 | 11:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan tarif respirokal yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak boleh dianggap remeh. Kebijakan AS itu harus diperhatikan secara serius oleh Pemerintah Indonesia.

Demikian dikatakan Direktur Utama The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sambutannya saat diskusi panel The Yudhoyono Institute bertema "Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan, dan Ekonomi Global" di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Minggu 13 April 2025.

AHY mengatakan, kebijakan tarif Trump ini bukan kabar burung maupun lelucon di bulan April tapi fakta yang harus dihadapi dunia.


"Unfortunately, this is not an April Mop. This is not a hoax. Ini adalah fakta baru dunia. Kebijakan sepihak Amerika Serikat ini tentu bisa membawa dunia menuju dua arah yang ekstrem," kata AHY.

AHY dalam sambutannya menyinggung soal pergerakan dunia yang terjadi cukup cepat, dari perubahan teknologi, gaya hidup hingga peta kekuasaan global, alur perdagangan, dan makna dari keamanan itu sendiri.

"Gelombang baru proteksionisme ekonomi, rivalitas geopolitik yang memanas dan melemahnya multilateralisme telah menciptakan dunia yang makin penuh dengan ketidakpastian. Penuh dengan kejutan," kata AHY.

"Dunia tidak lagi dibagi antara yang kuat dan lemah, tetapi antara yang cepat dan yang tertinggal," sambungnya.

Menurutnya, kebijakan tarif tinggi Presiden Trump yang disebut sebagai Liberation Day bukan sekedar strategi ekonomi. Kata AHY, tarif Trump adalah simbol kembalinya pendekatan realisme ofensif.

Ia mengatakan, Indonesia sendiri terdampak langsung dari tarif impor 32 persen yang diberlakukan AS.

Sementara China, rival terbesar AS yang semula diganjar tambahan tarif 34 persen dalam hitungan jam melakukan retaliasi.

Akibat aksi reaksi perang tarif antara kedua negara menyebabkan China kemudian diganjar tarif 145 persen.

Menurut data WTO dan IMF, pada perang dagang sebelumnya, tahun 2018 hingga 2020, telah mengakibatkan penurunan volume perdagangan dunia sebesar tiga persen dan menyumbang pada penurunan PDB global sekitar 0,8 persen.

"Saat ini eskalasi baru yang dipicu kebijakan Trump berdampak lebih luas dan jauh lebih signifikan. Kenaikan tarif ini jelas akan berdampak baik ke pasar keuangan maupun sektor riil. Dampaknya risiko resesi global di tahun ini meningkat tajam," kata AHY.

Acara diskusi panel yang digelar The Yudhoyono Institute ini dihadiri mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, ekonom senior Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Keuangan M Chatib Basri, dan peneliti IPB Prof Hermanto Siregar.



Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya