Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Pasar Eropa Loyo, STOXX 600 Menyusut Sejak China Balas Tarif AS

SABTU, 12 APRIL 2025 | 07:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup melemah saat pasar masih terguncang oleh perubahan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).  

Presiden AS Donald Trump awalnya memberlakukan tarif timbal balik yang tinggi terhadap mitra dagangnya, tetapi secara tiba-tiba menangguhkannya selama 90 hari kecuali untuk China. Trump malah menaikkan tarif untuk China menjadi 145 persen.

Dikutip dari Reuters, indeks STOXX 600 turun tipis 0,1 persen, setelah China melakukan pembalasan dengan menaikkan tarif terhadap barang-barang asal Amerika menjadi 125 persen dari sebelumnya 84 persen. 


Indeks DAX Jerman yang sangat bergantung pada perdagangan, merosot 1 persen, sementara indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,6 persen.

Analis mengatakan, kebijakan Trump serta perubahannya yang tiba-tiba membuat pasar limbung. 

"Pasar saat ini benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, itulah mengapa mereka bermain hati-hati, baik di Eropa maupun AS," ujar Steve Sosnick, Kepala Strategi di Interactive Brokers.

Meski terjadi gejolak global, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde mengatakan bahwa pasar keuangan zona Euro tetap berfungsi dengan baik. ECB juga terus mencermati dampak dari pelemahan nilai tukar Dolar AS.

Sektor properti yang sensitif terhadap suku bunga mencatat kenaikan 2,1 persen, sementara sektor barang dan jasa industri menjadi yang paling merosot dengan penurunan 1,3 persen.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya