Berita

Wakil Ketua DPR, Adies Kadir/RMOL

Politik

Adies Kadir Satu-Satunya Pimpinan DPR Belum Lapor Kekayaan

KAMIS, 10 APRIL 2025 | 18:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap masih ada pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2024.

Jurubicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, dari 5 pimpinan DPR, 4 orang di antaranya sudah menyerahkan LHKPN.

"4 (pimpinan DPR) sudah (serahkan LHKPN), 1 belum. Nanti kami update lagi," kata Tessa di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis sore, 10 April 2025.


Berdasarkan penelusuran redaksi, 1 pimpinan DPR yang belum menyerahkan LHKPN adalah Adies Kadir, Wakil Ketua DPR Fraksi Golkar.

"Peneguran tentunya akan dilakukan bila adanya keterlambatan. Masih ada waktu 1 hari lagi," pungkas Tessa.

Adies Kadir terakhir menyerahkan LHKPN periode 2023 dengan nilai harta sebesar Rp11,17 miliar.

Adies Kadir tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp5,5 miliar, terdiri dari tanah dan bangunan seluas 288/480 meter persegi di Kota Surabaya seharga Rp2,5 miliar, tanah 280 meter persegi di Kota Bekasi seharga Rp1,68 miliar, tanah dan bangunan seluas 105/36 meter persegi di Kota Surabaya seharga Rp425 juta.

Selanjutnya, tanah dan bangunan seluas 105/90 meter persegi di Kota Surabaya seharga Rp450 juta, serta tanah dan bangunan seluas 95,25/90 meter persegi di Kota Surabaya seharga Rp450 juta.

Adies Kadir juga tercatat memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp2 miliar, terdiri dari mobil Mitsubishi Pajero Suv tahun 2017 seharga Rp250 juta, mobil BMW sedang tahun 2019 seharga Rp950 juta, dan mobil Toyota Alphard tahun 2021 seharga Rp800 juta.

Politisi Golkar ini juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp1,355 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp2,3 miliar. Ia tercatat tidak memiliki utang, sehingga total harta kekayaan yang tercantum dalam LHKPN 2023 sebesar Rp11.171.840.000 (Rp11,17 miliar).

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya