Berita

Pertemuan Rocky Gerung dan Sufmi Dasco Ahmad beserta tokoh kritis lainnya/Ist

Politik

Bertemu Dasco, Rocky Berseloroh Bukan 'Kabinda' tapi 'Kapolda'

KAMIS, 10 APRIL 2025 | 16:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertemuan antara Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dengan sejumlah tokoh kritis seperti Rocky Gerung, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Ferry Juliantono memantik beragam spekulasi. 

Sejumlah pihak mencurigai pertemuan tersebut sebagai upaya melunakkan suara-suara oposisi, bahkan dianggap sebagai manuver untuk membungkam gerakan mahasiswa.

Menanggapi kecurigaan tersebut, Rocky Gerung angkat bicara. Ia menyebut anggapan itu sebagai hal yang keliru dan terkesan mengada-ada.


“Memang banyak pertanyaan kepada saya ngapain ketemu Dasco, ini hendak menjebak kalangan oposisi supaya ditaklukan oleh Presiden Prabowo," kata Rocky lewat kanal YouTube miliknya Kamis 10 April 2025.

Dia menegaskan bahwa tudingan tersebut adalah konyol. Sebab tidak serta setelah bertemu Dasco para aktivis jadi Adidas alias 'Anak Didik Dasco' atau Kabinda alias 'Kawan Binaan Dasco'.

"Saya ini adalah Kapolda, Kawan Politik Dasco," seloroh Rocky Gerung.

Menurut Rocky, pertemuan itu dilakukan justru atas inisiatif Dasco untuk menjembatani ruang dialog antara Presiden Prabowo dan para pengkritiknya. 

Sosok yang akrab disapa RG itu mengatakan Dasco memahami bahwa dalam demokrasi, kritik yang dilancarkan oposisi kepada penguasa  bukanlah sesuatu yang harus ditakuti.

“Sebagai politisi Dasco tentu paham cara-cara makan bubur dari pinggir atau langsung dari tengah tetapi sekali lagi ini urusan negara urusan bangsa," ungkap Rocky.

Ia menekankan bahwa posisi dirinya bersama tokoh-tokoh lain termasuk Refly Harun, adalah sebagai elemen penyeimbang dalam sistem kekuasaan. Dia menegaskan kritiknya tidak ingin menjatuhkan pemerintahan, tetapi memastikan ada yang mengawasi jalannya roda kekuasaan.

“Mereka yang mencurigai ya biasa aja. Tapi kalau curiga ke segala arah tanpa arah, ya artinya curiga tanpa dasar,” jelas Rocky.

Pertemuan yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 7 April 2025 itu, kini menjadi pergunjingan. Namun bagi Rocky dan kawan-kawan aktivis, pertemuan itu justru membuka ruang diskusi yang lebih luas, bukan pintu kompromi kekuasaan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Giliran ASN dan Pejabat Bea Cukai Diperiksa KPK

Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:56

Usulan ATM MBG Bakal Dibahas di Komisi IX DPR

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:40

UPDATE

Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT Terus Difokuskan Kemensos

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:21

KPK Ungkap Pengondisian Pembagian Kuota Haji 50:50 Sebelum MoU RI-Arab Saudi

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:16

BNPB Perkuat OMC Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:02

Iran Pamerkan Pabrik Rudal Balistik Bawah Tanah

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:26

Pasukan Darat dan Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalsel

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:21

KPK Usut Dugaan Korupsi PBJ Era Bupati Bogor Rudy Susmanto

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:13

Prabowo dan Jokowi Hadiri Pernikahan Kasespri Rizky Irmansyah di JCC

Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:07

Desa Sade Terbakar, Ini Sejarah dan Asal-usul Masyarakat Suku Sasak

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:52

Ada Gerhana Bulan Sebagian Akhir Agustus 2026, Catat Jadwalnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:43

Karhutla Kalsel, Api Tak Terlihat tapi Gambut Masih Berasap

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:13

Selengkapnya