Berita

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo/Ist

Bisnis

Eksportir Didorong Cari Pasar Baru di Luar AS

KAMIS, 10 APRIL 2025 | 02:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Semua pihak agar proporsional menyikapi dampak pembebanan bea masuk oleh Amerika Serikat terhadap produk ekpor Indonesia. 

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mengatakan, peningkatan bea masuk produk ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat sudah diantisipasi oleh Kadian Indonesia. 

Kadin sepakat dan mendukung saran Presiden Prabowo Subianto untuk mencari dan menjajaki pasar baru sebagai tujuan ekspor Indonesia.


"Dampak pembebanan bea masuk 32 persen untuk produk ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat tidak signifikan," kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, dalam keterangannya, Rabu 9 April 2025.

Bahkan, menurut Bamsoet, dampak peningkatan bea masuk ke pasar Amerika Serikat itu bisa diminimalisir dengan mencari tujuan pasar ekspor yang baru. 

"Meninggalkan pasar Amerika Serikat menjadi strategi paling elegan mengerdilkan intimidasi Presiden AS Donald Trump terhadap mekanisme perdagangan global," kata Bamsoet.

Bamsoet yang juga Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, jika berpijak pada nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, dampak menghindari pasar Amerika Serikat untuk sementara tidak terlalu signifikan. 

Selama ini, ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat meliputi mesin, peralatan listrik, produk garmen, lemak, minyak nabati hingga alas kaki.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023, total nilai ekspor Indonesia mencapai 258,82 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, nilai ekspor Indonesia ke pasar Amerika Serikat tercatat 23,3 miliar dolar AS. Artinya, nilai ekspor ke pasar Amerika Serikat tidak mencapai 10 persen dari total nilai ekpor Indonesia per tahunnya.

"Data nilai ekspor Indonesia tahun 2023 itu menjelaskan, kalau pun eksportir Indonesia harus menghindari pasar Amerika Serikat untuk sementara karena faktor tingginya bea masuk, dampaknya terhadap pertumbuhan ekspor nasional tidak terlalu signifikan,” kata Bamsoet.



Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya