Berita

Ilustrasi bendera Uni Eropa/DW

Dunia

Uni Eropa Desak Tiongkok Gunakan Negosiasi Hadapi Tarif Trump

RABU, 09 APRIL 2025 | 12:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uni Eropa meminta Tiongkok segera menyelesaikan masalah tarif impor secara damai melalui jalur negosiasi. Ini terkait kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menaikkan tarif impor secara besar-besaran.

Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan pentingnya peran Eropa dan Tiongkok dalam mendukung sistem perdagangan global yang adil, bebas, dan berdasarkan persaingan sehat.

Dikutip dari Nikkei Asia, Rabu 9 April 2025, keduanya membahas pembentukan sistem untuk memantau kemungkinan perubahan jalur perdagangan akibat tarif tersebut. Uni Eropa khawatir Tiongkok akan mengalihkan produk ekspornya yang murah dari AS ke Eropa.


Perdana Menteri Li menyatakan bahwa Tiongkok dan Uni Eropa perlu meningkatkan komunikasi serta menjaga perdagangan dan investasi tetap terbuka dan bebas hambatan.

"Tiongkok siap memperkuat kepercayaan politik dengan Uni Eropa," kata Li. Ia juga menegaskan bahwa Tiongkok ingin menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi.

Sementara itu, Beijing mengecam langkah Trump yang berencana menaikkan tarif impor barang dari Tiongkok hingga 104 persen, menyebut kebijakan itu sebagai bentuk pemerasan.

Trump sebelumnya mengancam akan menaikkan tarif sebesar 50 persen mulai Rabu, sebagai balasan atas keputusan Tiongkok yang memberlakukan tarif 34 persen untuk barang impor dari AS.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya