Berita

Langit Jakarta tampak lebih bersih selama libur Lebaran Idulfitri 2025/Ist

Nusantara

Kualitas Udara Jakarta Membaik saat Lebaran Idulfitri

RABU, 09 APRIL 2025 | 06:46 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Langit Jakarta tampak lebih bersih selama libur Lebaran Idulfitri 2025. Kualitas udaranya menunjukkan perbaikan signifikan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, kualitas udara selama periode 24 Maret hingga 6 April 2025 relatif membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Jika dibandingkan dua tahun ke belakang, Idulfitri tahun ini menunjukkan angka yang sangat positif," kata Asep dalam keterangan resminya yang dikutip Rabu 9 April 2025. 


Kata Asep, dibandingkan tahun 2024, terjadi penurunan konsentrasi polutan sebesar 43 hingga 75 persen. Sementara dibandingkan tahun 2023, penurunan tercatat dalam kisaran 18 sampai 69 persen.

Penurunan signifikan ini terlihat dari data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Pada hari pertama Idulfitri, ISPU Jakarta berada dalam kategori "Baik", sementara hari kedua masuk kategori "Sedang". 

"Ini menandakan bahwa kualitas udara tahun ini jauh lebih baik saat lebaran dibandingkan dua tahun sebelumnya," kata Asep.

Salah satu indikator utama perbaikan kualitas udara adalah konsentrasi PM 2.5, polutan partikel halus yang menjadi masalah utama pencemaran di kota besar. 

Pemantauan menunjukkan adanya tren penurunan konsentrasi PM 2.5 secara signifikan pada hari raya, terutama jika dibandingkan dengan hari-hari sebelum libur panjang.

“Konsentrasi tertinggi justru tercatat pada 26 dan 27 Maret 2025, yang merupakan dua hari terakhir sebelum cuti bersama. Aktivitas masyarakat yang masih tinggi kemungkinan menjadi penyebabnya,” kata Asep.

Namun tren tersebut tak bertahan lama. Setelah hari raya, tepatnya pada H+4 dan H+5, konsentrasi PM 2.5 kembali meningkat. 

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di Jakarta mulai kembali normal, menandai berakhirnya masa mudik dan libur panjang.

Sebagai langkah lanjutan, DLH DKI Jakarta terus mendorong partisipasi warga dalam memantau kualitas udara secara mandiri. 

Asep mengajak masyarakat untuk memanfaatkan laman udara.jakarta.go.id, yang menyediakan data kualitas udara secara real-time.

“Dengan informasi yang tersedia di situs tersebut, warga bisa mengambil langkah preventif, seperti menggunakan masker ketika berada di area dengan tingkat pencemaran tinggi,” tutup Asep.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya