Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)

Bisnis

Trump Hancurkan Bursa Global, IHSG Terhempas di Bawah 6.000

SELASA, 08 APRIL 2025 | 20:03 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SESI perdagangan kejam yang dikhawatirkan akhirnya terwujud usai masa libur panjang lebaran. Pelaku pasar di Jakarta tak berdaya terhempas oleh kepanikan jual yang dipicu sentimen perang tarif Presiden AS Donald Trump. Laporan sebelumnya menyebutkan, Trump yang telah memutuskan besaran tarif masuk yang bervariasi dan tergolong sangat tinggi bagi produk impor dari seluruh negara mitra dagang AS.

Besaran tarif masuk yang ditetapkan pemerintahan Trump bahkan dinilai mengejutkan oleh sejumlah pihak hingga memicu reaksi balasan terutama dari China. Laporan terkini bahkan menyebut, pihak pemerintahan China yang telah melakukan aksi balas dengan menerapkan tarif masuk atas produk AS dengan besaran yang sama, 34 persen.

Langkah China tersebut kemudian mendapatkan ancaman dari Trump yang menyebut akan menambah tarif tambahan bila China merealisasikan aksi balasan. Namun China berkukuh akan melawan hingga penghabisan. Rangkaian situasi ini kemudian memantik pesimisme pelaku pasar di bursa saham global dan juga Asia.


Pantauan memperlihatkan, kinerja indeks di bursa saham Asia yang terhajar penurunan secara brutal pada sesi perdagangan awal pekan kemarin, Senin 7 April 2025. Indeks Nikkei (Jepang) sempat merosot hingga lebih dari 8,8 persen, sementara indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong ditutup ambruk hingga lebih dari 13 persen. Pelaku pasar menilai rangkaian aksi balas perang tarif AS-China sebagai pertanda bencana besar yang sangat buruk hingga mendiskon indeks bursa saham secara brutal.

Rangkaian perang tarif yang berkepanjangan akhirnya menghantarkan pada kekhawatiran berikutnya: resesi pada perekonomian global, setelah sebelumnya ancaman resesi yang semakin mengancam perekonomian AS.

Namun situasi sedikit mereda dalam menjalani sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa 8 April 2025, di mana pelaku pasar berupaya menahan pesimisme lebih jauh dengan berbalik melakukan aksi akumulasi untuk mengangkat Indeks secara signifikan. Penurunan yang terlalu curam pada sesi sebelumnya dinilai sebagai berlebihan dan oleh karenanya aksi balik akumulasi terjadi cukup tajam.

Indeks Nikkei (Jepang) kemudian menutup sesi dengan melompat tajam 6,03 persen di 33.012,58, sementara indeks ASX 200 (Australia) menanjak 2,27 persen di 7.510,0 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) terangkat moderat 0,26 persen di 2.334,23. Pantauan juga menunjukkan, kinerja indeks di Asia yang mampu konsisten menjejak zona positif di sepanjang sesi, di tengah masih bertahannya sentimen dari perang tarif Trump.

Situasi kontras terjadi di bursa saham Indonesia, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa terhempas di zona penurunan brutal sendirian usai menjalani libur panjang lebaran. Kinerja IHSG bahkan terbilang sangat mencolok dengan langsung mengalami trading halt (penghentian sementara) usai pembukaan sesi pagi dengan merosot hingga kisaran 9,6 persen.

Usai pencabutan Trading halt setengah jam kemudian, IHSG berhasil sedikit mengikis penurunan dan bergerak konsisten di zona penurunan curam sepanjang sesi pagi. IHSG juga terpantau masih melanjutkan kinerja identik secara konsisten di sepanjang sesi sore.

IHSG kemudian memungkasi sesi dengan terhempas 7,9 persen di 5.996,14 untuk sekaligus menembus ke bawah level psikologis nya di kisaran 6.000. Tinjauan RMOL memperlihatkan, gerak IHSG yang mulai konsisten dan stabil menapak di bawah level psikologis 6.000 di sepanjang sesi perdagangan sore. IHSG juga sempat meninju titik terlemahnya di kisaran 5.882,6 yang sekaligus sebagai titik terendahnya dalam hampir empat tahun.

Pesimisme yang hinggap di kalangan investor terlihat sangat kukuh meski terdapat sentimen positif dari rilis data inflasi terkini dari Badan Pusat Statistik, BPS yang mengklaim besaran inflasi sebesar 1,65 persen untuk Maret lalu. Rilis data positif tersebut terlihat sangat tak berdaya dalam menghadapi gempuran sentimen perang tarif Trump yang telah merontokkan seluruh indeks di bursa saham global.

Kinerja buram IHSG juga tercermin dalam gerak saham unggulan yang kompak bertumbangan. Pantauan menunjukkan, nyaris seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan tertebas dalam rentang sangat tajam hingga sesi perdagangan berakhir, seperti: BBCA, ADRO, ASII, UNTR, UNVR, ICBP, JPFA, CPIN, PGAS, BBTN, ISAT, PTBA  dan ITMG. Sementara INDF tercatat menjadi satu-satunya saham unggulan yang mampu menutup sesi di zona positif.

Saham Danantara Bertumbangan

Kinerja apes juga menyeret empat saham BUMN terkemuka yang masuk dalam jajaran Danantara. BBRI menutup sesi dengan terhajar ambles 10,12 persen di Rp3.640,  BMRI tersungkur curam 10,19 persen di Rp4.670, BBNI ambruk 4,95 persen di Rp4.030 dan TLKM terhempas 4,97 persen di Rp2.290.

Tinjauan RMOL menunjukkan, empat saham Danantara tersebut yang masuk dalam jajaran lima besar saham teraktif ditransaksikan berdasar nilai perdagangan, di mana sekaligus mencerminkan kontribusi sangat besar dalam kerontokan IHSG.

Prospek suram kini semakin mengancam IHSG di sesi perdagangan sepanjang bulan April, terutama akibat rangkaian perang tarif Trump yang menuai aksi balasan keras dari sejumlah negara mitra dagang terpenting AS, seperti Uni Eropa, China, Jepang dan Kanada. Kinerja indeks Wall Street yang telah ambruk lebih suku akibat kekhawatiran kebijakan tarif Trump menghantarkan risiko resesi pada perekonomian AS, akan semakin kukuh menghadirkan sentimen pesimis di Jakarta.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya