Berita

Presiden Prabowo Subianto saat diwawancarai jurnalis senior/Ist

Politik

Prabowo Buktikan Transparansi Tanpa Tedeng Aling-aling

SELASA, 08 APRIL 2025 | 12:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno menyambut positif pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan para pemimpin redaksi media massa di Hambalang, Minggu kemarin 6 April 2025.

Ia menilai diskusi terbuka tersebut sebagai wujud komunikasi yang sehat antara pemimpin negara dan media, yang berlangsung tanpa sensor dan penuh keterusterangan.

“Sangat bagus, media bisa bertanya langsung ke Presiden tanpa sensor dan tanpa tedeng aling-aling," ujar Adi lewat akun X miliknya, Selasa 8 April 2025.


Forum semacam ini, lanjutnya, menjadi ruang penting bagi publik untuk mendapatkan kejelasan dari sumber utama, terutama terkait isu-isu sensitif yang selama ini menjadi perbincangan di masyarakat.

Ia menekankan bahwa setelah penjelasan Presiden, masyarakatlah yang berhak menilai kualitas jawaban yang disampaikan. Penilaian itu, bersifat bebas dan terbuka.

"Tinggal masing-masing kita nilai hasil jawaban Presiden. Baik, sedang, tidak baik. Itu penilai bebas," jelas analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Adi berharap pola komunikasi seperti ini bisa terus dijaga ke depan sebagai bagian dari transparansi pemerintahan dan pendidikan politik yang sehat bagi masyarakat.

Wawancara bersama Presiden Prabowo menghadirkan tujuh jurnalis senior yakni Pemimpin Redaksi tvOne Lalu Mara Satriawangsa, Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis, dan Founder Narasi Najwa Shihab. 

Lalu Pemimpin Redaksi detikcom Alfito Deannova Gintings, Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar Retno Pinasti, dan Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Harian Kompas Sutta Dharmasaputra.

Tidak ada batasan topik dalam wawancara tersebut. Isu mulai dari UU TNI hingga jebloknya IHSG ditanyakan langsung ke Prabowo dengan semua jawaban bersifat on the record atau bisa dikutip untuk ditayangkan di media.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya