Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Bisnis

Trump Anggap Perdagangan Dunia Tidak Adil ke Amerika

SENIN, 07 APRIL 2025 | 22:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan memberlakukan pajak cukup tinggi kepada barang-barang impor yang masuk ke AS punya dasar yang kuat.

Direktur Eksekutif PEPS Anthony Budiawan menuturkan, Trump selama ini merasa kebijakan perdagangan dunia tidak berpihak kepada AS.

"Trump mempunyai keyakinan kuat, perdagangan dunia selama ini tidak adil bagi Amerika, sehingga membuat neraca perdagangan Amerika mengalami defisit terus-menerus," kata Anthony Budiawan kepada wartawan, Senin, 7 April 2025.


Anthony mengatakan hal itu sempat disampaikan Trump sejak lama ketika wawancara dengan Oprah Winfrey tahun 1988. Hal ini menandakan pemikiran Trump soal kondisi ekonomi Amerika Serikat, khususnya terkait defisit neraca perdagangan yang tidak sustained, sudah ada (jauh) sebelum 1988.

Pada tahun 1988, Trump memberi contoh Jepang, sebagai negara yang menikmati pasar Amerika. China ketika itu masih negara miskin. China juga menjadi kaya terutama menguasai pasar Amerika. 

"Sebaliknya, Trump mengatakan, ekspor Amerika ke Jepang sangat sulit, dipersulit. Ini yang menjadi falsafah berpikir Trump, bahwa yang berlaku selama ini bukan free trade, tetapi unfair trade, perdagangan internasional yang tidak adil bagi Amerika," ujarnya.

"Dan kebijakan Trump ini juga tidak terkait dengan China, di mana kebanyakan orang menganggap Trump tidak suka dominasi ekonomi China," tutupnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya