Berita

Joko Widodo/Ist

Politik

Indonesia Sulit Hadapi Tarif AS Akibat Salah Kelola Jokowi

SENIN, 07 APRIL 2025 | 20:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kesulitan Indonesia dalam merespons tarif resiprokal sebesar 32 persen yang diterapkan Amerika Serikat tak bisa dilepaskan dari warisan kebijakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Hal ini ditegaskan pengamat politik Rocky Gerung seperti dikutip redaksi melalui kanal YouTube miliknya, Senin 7 April 2025.

"Jadi kalau dalam kondisi turbulensi ekonomi global hari-hari ini dan keinginan kita mencoba membuka pikiran bahwa daya tahan kita memang rentan, maka masuk akal kalau publik terus mempersoalkan Presiden Jokowi," kata Rocky.


Ia menyoroti selama dua periode kepemimpinan Presiden Jokowi, pemerintah gagal mengantisipasi turbulensi ekonomi global yang terbukti terjadi hari-hari ini.

"Mengapa tidak ada antisipasi dari awal sehingga APBN itu dihemat bukan diboroskan? untuk anggaran infrastruktur yang manfaatnya akhirnya tidak terasa itu," tegasnya.

Aktivis senior ini mencontohkan proyek-proyek jalan tol yang dulunya dibanggakan pemerintah, kini justru tampak sepi karena tekanan ekonomi yang menurunkan mobilitas masyarakat. 

“Karena kesulitan ekonomi enggak ada orang yang lalu lalang di jalan tol," lanjut RG, sapaan akrabnya.

Rocky bahkan menyebut ada kemungkinan moral hazard selama satu dekade pemerintahan Jokowi, yang menurutnya menggerus ketahanan ekonomi dan politik nasional. Akibatnya Indonesia kini masuk dalam perang dagang global tanpa cukup cadangan energi untuk bertahan.

Akademisi yang dikenal kritis itu menyebut situasi ini sebagai tantangan besar bagi Presiden RI Prabowo Subianto. Ia mendorong Prabowo untuk berani mengambil langkah rasional sekaligus radikal dalam menavigasi Indonesia melewati krisis global.

"Sekali lagi ini tantangan besar untuk presiden Prabowo untuk memulai semacam sikap rasional dan sikap radikal dalam upaya untuk menuntun negeri ini dalam turbulensi yang mungkin 1-2 tahun ke depan masih akan berlanjut efeknya," pungkas dia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya