Berita

Kolase foto Presiden AS Donald Trump dan Hary Tanoesoedibjo/RMOL

Bisnis

Menanti Kiprah Hary Tanoe Melobi Donald Trump Selamatkan Ekonomi RI

SENIN, 07 APRIL 2025 | 19:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ancaman resesi terus menghantui perekonomian nasional imbas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan tarif resiprokal 32 persen kepada barang-barang Indonesia.

Kendati pemerintah sudah menyiapkan upaya untuk menekan tarif tersebut bahkan sudah siapkan tim pelobi, namun kekhawatiran masyarakat masih menguap.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai sudah sepatutnya tim pelobi yang bakal menghadap Donald Trump harus memiliki kapasitas.


Jerry menyebut nama Ketua Majelis Persatuan Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo harus masuk dalam tim pelobi tersebut. Pasalnya, menurut dia, Bos MNC Group itu memiliki kedekatan dengan Donald Trump.

“Hary Tanoe punya hubungan kedekatan bisnis dengan Trump. Siapa tahu  berhasil lewat negosiasi dan pajak bisa turun 10 persen atau 5 persen," ucap Jerry kepada RMOL, Senin, 7 April 2025.

Ia berharap Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto agar memasukan nama Hary Tanoe dalam jajaran tim diplomasi dengan pihak AS.

“Jadi kita perlu menanti kiprah Hary Tanoe untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Lanjut Jerry, jika upaya lobi tidak berhasil maka perekonomian Indonesia dipastikan makin karut marut.

“Kalau gagal maka dolar bisa terpuruk hingga Rp17.500 bahkan lebih. Akan ada PHK besar-besaran, bisa saja di atas 100 ribu buruh. Dan juga banyak pabrik bakal tutup, pabrik garmen sampai furniture,” pungkasnya.

Terkait peluang Hary Tanoe menjadi bagian dari tim diplomasi ke AS, Director Corporate Secretary MNC Group, Syafril Nasution sebelumnya menyatakan bahwa Hary Tanoe selalu siap hadir untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Saya tahu beliau (Hary Tanoe) memiliki nasionalisme yang tinggi. Pak HT pasti mau bantu untuk kepentingan negara sesuai kapasitasnya apabila diminta,” ujar Syafril, Minggu, 6 April 2025.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya