Berita

Presiden RI Prabowo Subianto/Net

Politik

Strategi Prabowo Hadapi Tarif Trump Bak Operasi Sandi Yudha: Senyap, Terencana, dan Strategis

SENIN, 07 APRIL 2025 | 16:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto dinilai mengambil langkah cerdas dan strategis dalam menghadapi kebijakan proteksionis Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kembali memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap sejumlah produk asal Indonesia. 

Menurut Dosen Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan President University, Teuku Rezasyah, langkah Prabowo dinilai tidak reaktif, tetapi justru menunjukkan sikap penuh perhitungan bak Operasi Sandi Yudha, sebuah operasi militer rahasia yang dulu pernah ia jalankan di masa aktif dinasnya di TNI.

"Cara berpikir Presiden Prabowo dalam menghadapi kebijakan Donald Trump ini adalah ibarat sebuah Operasi Sandi Yudha," kata dia kepada RMOL, Senin, 7 April 2025. 


Reza mengatakan strategi itu mencakup lima pendekatan penting: membangun kepercayaan diri birokrasi dan pelaku usaha dalam negeri; mempelajari pola interaksi Amerika Serikat dengan negara lain; mengonsolidasikan kekuatan nasional; menyiapkan skenario negosiasi ulang; dan menunggu momentum psikologis yang tepat untuk menghubungi Trump secara langsung.

"Presiden Prabowo sadar, jika Donald Trump saat ini berada pada posisi yang tertekan. Sehingga tidak perlu membuatnya dipusingkan oleh Indonesia," paparnya.

Alih-alih membalas secara frontal seperti Kanada, Jepang, atau Korea Selatan, Prabowo memilih meningkatkan daya saing nasional dari dalam negeri. Ini terlihat dari upaya pemerintah mendorong efisiensi produksi, meningkatkan kualitas ekspor, hingga memperluas diversifikasi pasar di luar Amerika Serikat.

"Presiden Prabowo memahami pentingnya meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar AS. Karena itu, ia menekan seluruh kementerian, lembaga, dan dunia usaha untuk menggali seluruh potensi efisiensi nasional," jelas Teuku.

Ia menambahkan, langkah non-reaktif ini juga menunjukkan pemahaman Prabowo bahwa tarif 32 persen dari Trump masih relatif moderat, dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam (46 persen) dan Thailand (36 persen).

Yang menarik, Prabowo juga diyakini sedang menyusun pendekatan diplomatik jangka panjang. Ia mempelajari bagaimana Filipina hanya dikenai tarif 17 persen dan Singapura 10 persen, meski negara tersebut jauh lebih maju ekonominya dibanding Indonesia.

"Ini semua menunjukkan bahwa Presiden Prabowo sangat memahami hubungan simbiotik antara politik dan ekonomi," imbuh Teuku.

Ia menekankan bahwa pendekatan Indonesia yang tenang, terukur, dan fokus pada penguatan dalam negeri akan menciptakan posisi tawar lebih tinggi saat berhadapan dengan AS.

Sama seperti filosofi Operasi Sandi Yudha menyusup senyap, membaca peta kekuatan lawan, dan menyerang pada waktu yang tepat, strategi Prabowo kali ini tak sekadar menahan diri, tapi menyusun gerakan jangka panjang yang bisa membawa hasil maksimal tanpa kerugian besar.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya