Berita

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 7 April 2025/RMOL

Politik

Kedepankan Negosiasi, ASEAN Sepakat Tidak Retaliasi Tarif Trump

SENIN, 07 APRIL 2025 | 14:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN sepakat untuk tidak mengambil langkah retaliasi atas kebijakan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 7 April 2025.

Airlangga menjelaskan, sikap ASEAN ini muncul usai diskusi intensif di antara negara-negara anggota, menyusul diberlakukannya tarif impor baru oleh AS terhadap sejumlah produk dari kawasan Asia, termasuk Indonesia.


Langkah bersama ini diputuskan sebagai bentuk solidaritas kawasan untuk mengedepankan jalur negosiasi dalam menghadapi tekanan dagang dari Washington.

"ASEAN akan mengutamakan negosiasi. ASEAN tidak mengambil langkah retaliasi," ujar Airlangga usai memimpin rapat koordinasi yang dihadiri Wakil Menteri Perindustrian, Wakil Menteri Keuangan, Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Perdagangan, Perwakilan US-ASEAN, Apindo, dan Kadin.

Tarif baru yang ditetapkan berdasarkan International Emergency Economic Power Act dan National Emergency Act ini mulai diterapkan oleh AS sejak 5 April dengan besaran awal 10 persen, dan akan meningkat menjadi 32 persen pada 9 April 2025 mendatang. 

Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia bersama Malaysia, Singapura, dan negara ASEAN lainnya, kini sedang membangun koordinasi untuk menyusun langkah strategis bersama. 

Adapun pertemuan antar Menteri Perdagangan ASEAN dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2025, dengan fokus memperkuat posisi negosiasi kawasan.

"Indonesia juga terus berkomunikasi dengan United States Trade Representative (USTR), dan dalam waktu dekat akan menyampaikan proposal konkret," tambah Airlangga.

Langkah ASEAN yang mengedepankan negosiasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas perdagangan global dan memperkuat solidaritas kawasan di tengah meningkatnya tensi dagang dengan Amerika Serikat.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya