Berita

Tangkapan layar rekaman dugaan kekerasan ajudan Kapolri terhadap wartawan di Semarang, Jawa Tengah/Repro

Presisi

Ajudan Diduga Pukul Wartawan, Kapolri Minta Maaf

MINGGU, 06 APRIL 2025 | 20:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas dugaan kekerasan ajudannya terhadap wartawan saat menjalankan tugas peliputan di Semarang, Jawa Tengah.

Peristiwa dugaan kekerasan terjadi saat kegiatan Kapolri meninjau arus balik di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Sabtu, 5 April 2025.

"Saya baru mendengar (dugaan kekerasan ajudan) dari link berita. Namun kalau benar itu terjadi, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut," kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 6 April 2025.


Menurut Kapolri, hubungan insan media dan Polri selama ini telah terjalin baik. Untuk itu, ia memastikan akan menelusuri dan menindaklanjuti dugaan kekerasan yang dilakukan anak buahnya itu.

"Secara pribadi saya minta maaf terhadap insiden yang terjadi dan membuat tidak nyaman rekan-rekan media," pungkasnya.

Sementara itu, organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam dugaan tindakan kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan ajudan Kapolri kepada sejumlah wartawan.

Ketua PFI Semarang, Dhana Kencana mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat sejumlah jurnalis merekam Kapolri saat menyapa calon penumpang kereta api di Stasiun Tawang.

Saat itu, salah seorang ajudan Kapolri meminta para jurnalis mundur menjauh dengan cara mendorong.

Wartawan yang diduga mengalami kekerasan tersebut diketahui bernama Makna Zaezar dari Kantor Berita Antara Foto. Makna sempat menjauh hingga ke sekitar peron setelah diperingatkan ajudan Kapolri. Namun tak lama, ajudan tersebut menghampiri Makna.

"Ajudan tersebut menghampiri Makna, kemudian melakukan kekerasan dengan cara memukul kepala Makna. Anggota polisi itu juga mengeluarkan ancaman verbal kepada para jurnalis. Dia terdengar mengatakan kalimat, 'kalian pers, saya tempeleng satu-satu'," ujar Dhana dalam siaran persnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya