Berita

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio/Net

Dunia

AS Cabut Semua Visa Warga Sudan Selatan, Kenapa?

MINGGU, 06 APRIL 2025 | 18:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Amerika Serikat resmi mencabut seluruh visa milik warga Sudan Selatan dan memblokir penerbitan visa baru bagi pemegang paspor negara tersebut. 

Langkah tegas ini diumumkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada Sabtu waktu setempat, 5 April 2025 seraya mengecam pemerintah transisi Sudan Selatan yang dianggap tidak kooperatif dalam menerima kembali warganya yang dideportasi dari Amerika Serikat.

"Departemen Luar Negeri mengambil tindakan untuk mencabut semua visa yang dipegang oleh pemegang paspor Sudan Selatan dan mencegah penerbitan lebih lanjut untuk mencegah masuk," ujar Rubio dalam pernyataan resmi, seperti dimuat CBS News. 


Keputusan ini merupakan tindakan pertama sejak Presiden Donald Trump kembali menduduki Gedung Putih pada 20 Januari lalu, di tengah kampanye yang kembali menekankan kebijakan anti-imigrasi.

Rubio menyebut Sudan Selatan mengambil keuntungan dari Amerika Serikat dan mengingatkan bahwa setiap negara memiliki tanggung jawab untuk menerima warganya yang dideportasi. 

“Setiap negara harus menerima kembalinya warga negaranya tepat waktu ketika negara lain berusaha mengusir mereka,” tegasnya.

Amerika Serikat, lanjut Rubio, akan mempertimbangkan pembatalan keputusan pencabutan visa jika Sudan Selatan sudah dapat bekerja sama sepenuhnya.

Sebagai negara termuda di dunia dan juga salah satu yang termiskin, Sudan Selatan saat ini tengah dilanda ketegangan politik yang meningkat. 

Para pengamat khawatir negara itu berisiko kembali ke jurang perang saudara seperti yang terjadi antara 2013 hingga 2018 dan menewaskan lebih dari 400.000 jiwa. 

Departemen Luar Negeri AS bahkan telah memerintahkan seluruh personel non-darurat untuk meninggalkan ibu kota Juba bulan lalu karena eskalasi kekerasan.

Meskipun begitu, warga Sudan Selatan di AS sebelumnya telah diberikan Status Perlindungan Sementara (TPS) oleh pemerintahan Biden, status yang melindungi mereka dari deportasi karena kondisi luar biasa di negara asal. Status ini dijadwalkan berakhir pada 3 Mei 2025.

Menurut data Departemen Keamanan Dalam Negeri, hingga September 2023 terdapat sekitar 133 warga Sudan Selatan yang terdaftar dalam program TPS, dengan 140 lainnya memenuhi syarat untuk mendaftar.

Namun kebijakan baru ini mencerminkan arah yang lebih keras terhadap imigrasi di bawah pemerintahan Trump. 

Gedung Putih bahkan telah mencabut perlindungan TPS dari lebih dari 600.000 warga Venezuela pada Januari lalu, sebuah keputusan yang sempat ditunda oleh hakim federal yang mempertanyakan dasar hukumnya.

Dengan meningkatnya jumlah warga Afrika yang mencoba memasuki AS melalui perbatasan selatan, langkah AS terhadap Sudan Selatan dinilai sebagai sinyal keras terhadap negara-negara asal yang enggan bekerja sama dalam proses deportasi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya