Berita

Rocky Gerung/Ist

Politik

Kebijakan Trump Bisa Picu Guncangan Politik di Indonesia

MINGGU, 06 APRIL 2025 | 10:53 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal tarif dagang baru sebesar 32 persen untuk barang-barang Indonesia yang masuk ke pasar dalam negeri ditanggapi pengamat politik Rocky Gerung.

Rocky menilai turbulensi ekonomi global ini bukan hanya berimbas pada sektor perdagangan, tapi juga bisa menjadi pemicu ketidakstabilan politik di dalam negeri.

“Kerak politik yang selama ini mengendap akan terangkat ke atas akibat gempa bumi ekonomi yang melanda dunia," ujar Rocky lewat kanal YouTube miliknya, Minggu 6 April 2025.


Rocky mengilustrasikan bahwa kebijakan ekonomi, sosial, dan pertahanan bisa terganggu oleh faktor eksternal. Bahkan stabilitas politik pun jadi taruhannya.

Ia juga menyinggung soal potensi keretakan di lingkaran kekuasaan. Menurutnya, sejumlah aktor politik yang selama ini menjadi “free rider” akan mulai memanfaatkan situasi untuk keuntungan politik jangka pendek.

“Kita mesti membaca itu dengan kemampuan intelijen dan intelektual. Sekali lagi Indonesia ada di dalam dua jenis bahaya. Bahaya guncangan ekonomi dan bahaya guncangan politik," imbuhnya.

Rocky pun mendorong harus ada radical break atau terobosan radikal dari Presiden Prabowo demi menyelamatkan negeri ini dari dua badai besar tersebut.

Akademisi yang dikenal kritis ini juga menyinggung potensi eskalasi politik yang bisa terjadi bila elite-elite saling berebut pengaruh dan posisi dalam situasi krisis ini. 

Rocky yang disebut-sebut pernah menjadi mentor Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu  menekankan pentingnya pemerintah mulai menghitung skenario terburuk dan menyiapkan 'bumper' politik untuk meredam konflik internal.

“Harusnya mulai model kan, bikin semacam teorisasi tentang efek guncangan ini terhadap stabilitas politik di dalam lingkaran kecil atau  lingkaran Pak Prabowo itu sendiri," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya