Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron/Ist

Dunia

AS Berlakukan Tarif Baru, Macron Siap Perkuat Hubungan dengan Indonesia

SABTU, 05 APRIL 2025 | 18:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan kesiapannya untuk mempererat hubungan bilateral dengan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. 

Hal ini disampaikan Macron dalam percakapan dengan Prabowo usai Amerika Serikat (AS) mengenakan tarif resiprokal kepada sejumlah negara.

"Kita telah memutuskan untuk memperkuat hubungan antara negara kita dengan proyek-proyek yang ambisius dan berwawasan ke depan," kata Macron dalam pernyataan dengan menggunakan bahasa Indonesia di platform X dikutip pada Sabtu 5 April 2025.


Ia juga memastikan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada akhir Mei mendatang sebagai bagian dari komitmen bersama tersebut.

"Kita bertekad untuk mempererat kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, ilmu pengetahuan, dan budaya, serta mengembangkan pertukaran akademik kita," jelas Macron.

Ia menekankan bahwa Prancis dan Uni Eropa memandang Indonesia sebagai mitra utama dalam membangun ekonomi masa depan yang tangguh. Hal ini termasuk kerja sama dalam pengembangan rantai pasok logam kritis yang menjadi komponen penting dalam transisi energi global.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global, setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana tarif impor yang dapat memicu gelombang proteksionisme baru. 

Di tengah dinamika ini, Macron menegaskan pentingnya perdagangan terbuka dan kemitraan yang saling menguntungkan sebagai landasan hubungan internasional yang berkelanjutan.

Tak hanya soal ekonomi, Macron juga menyinggung pentingnya kolaborasi dalam isu-isu geopolitik global. Menurutnya, baik Prancis maupun Indonesia memiliki tekad yang sama untuk mendorong perdamaian dan stabilitas, khususnya di Timur Tengah dan Eropa.

"Terakhir, bersama-sama kita memiliki tekad yang sama untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah serta mengakhiri perang agresi yang dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina. Kami akan bekerja sama dalam persiapan konferensi tentang Gaza yang akan diadakan pada bulan Juni,"ucapnya.

Presiden Macron menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masa depan dibangun melalui kemitraan yang kuat, perdagangan terbuka, dan visi bersama antara negara-negara yang berpandangan serupa.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya