Berita

Ilustrasi/Ist

Nusantara

Jasa Marga Catat 685 Ribu Kendaraan Tiba di Jabodebek

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 23:20 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

PT Jasa Marga mencatat sebanyak 685.079 kendaraan kembali ke wilayah Jabodetabek sejak Senin, 31 Maret 2025 hingga Kamis, 3 April 2025. 

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan data kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (dari arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama dan GT Fungsional Japek II Selatan (dari arah Bandung), GT Cikupa (dari arah Merak), dan GT Ciawi (dari arah Puncak). 

"Total volume lalin yang kembali ke wilayah Jabotabek ini meningkat 32,4 persen jika dibandingkan lalin normal (517.468 kendaraan)," kata Lisye dalam keterangan resmi pada Jumat, 4 April 2025.


Adapun, untuk distribusi lalu lintas kembali ke Jabotabek dari tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 343.427 kendaraan (50,1 persen) dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 181.344 kendaraan (26,5 persen) dari arah Barat (Merak), dan 160.308 kendaraan (23,4 persen) dari arah Selatan (Puncak). 

Lanjut Lisye, lalu lintas yang kembali ke Jabotabek di empat gerbang tol utama tercatat 229.085 kendaraan, meningkat sebesar 77,8 persen dari lalu lintas normal (128.834 kendaraan) pada Kamis, 3 April 2025.

"Pada periode H+2 libur Idulfitri 1446 H (Kamis, 3 April 2025) Jasa Marga mencatat lalu lintas dari arah Trans Jawa dan Bandung, untuk di GT Cikampek Utama sebanyak 73.214 kendaraan meningkat 195,5 persen dari lalin normal (24.776 kendaraan) serta GT Kalihurip Utama dan GT Fungsional Japek II Selatan sebanyak 55.169 kendaraan meningkat 104,7 persen dari lalin normal (26.943 kendaraan). Untuk kendaraan dari arah Selatan melalui GT Ciawi tercatat 48.052 kendaraan meningkat sebesar 64,1 persen dari lalin normal (29.287 kendaraan) dan kendaraan dari arah Barat melalui GT Cikupa tercatat 52.650 kendaraan meningkat 10,1 persen dari lalin normal (47.828 kendaraan)," bebernya.

Untuk itu, Lisye mengimbau kepada masyarakat yang saat ini masih berada di kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabodetabek.

Lebih baik, bisa kembali lebih cepat sebelum waktu yang diprediksi menjadi puncak arus balik.

"Atau bagi yang memiliki kelonggaran waktu dengan memanfaatkan potongan tarif tol 20 persen yang diberlakukan di Jalan Tol Trans Jawa yang mulai diberlakukan mulai Kamis, 3 April 2025 pukul 05.00 WIB sampai Sabtu, 5 April 2025 pukul 05.00 WIB dan Selasa, 8 April 2025 pukul 05.00 WIB sampai Kamis, 10 April 2025 pukul 05.00 WIB untuk perjalanan menerus dari GT Kalikangkung menuju GT Cikampek Utama," ungkapnya.

Terakhir, Lisye meminta masyarakat untuk memastikan kesiapan perjalanan, di antaranya memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan, memastikan kecukupan BBM dan saldo kartu uang elektronik.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya