Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu Perdan Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim dan Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia, Zafrul Abdul Azis/Ist

Politik

Respons Cepat Kebijakan Trump, Menko Airlangga Koordinasi di Tingkat ASEAN

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 20:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bergerak cepat merespons kebijakan tarif resiprokal Presiden AS, Donald Trump dengan membangun komunikasi bersama negara-negara ASEAN.

Menko Airlangga langsung terbang ke Malaysia untuk berkomunikasi dengan negara yang kini menjabat sebagai Keketuaan ASEAN tahun 2025 itu sejak Kamis, 3 April 2025.

Kunjungan hari pertama Airlangga di Kuala Lumpur bertemu dengan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi. Keduanya membahas perkembangan terbaru kebijakan tarif resiprokal AS.


Kemudian hari ini, Airlangga diterima langsung oleh PM Malaysia Anwar Ibrahim di Putrajaya untuk mendiskusikan perkembangan dari berbagai kerja sama kedua negara.

"Malaysia selaku Keketuaan ASEAN 2025 sangat penting untuk mendorong penguatan kerja sama seluruh Negara ASEAN dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk respon atas kebijakan tarif resiprokal AS," kata Airlangga, Jumat, 4 April 2025.

Sejalan dengan Menko Airlangga, PM Anwar mengakui bahwa Malaysia membutuhkan kerja sama semua negara tetangga, termasuk Indonesia dalam meningkatkan kapasitas Malaysia sebagai tujuan investasi, pariwisata, dan perdagangan di kawasan.

Pada pertemuan tersebut, PM Anwar Ibrahim didampingi oleh Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI), Zafrul Abdul Azis.

"Prioritas juga diberikan untuk memperkuat dan memperbarui sinergi ekonomi, yang mencerminkan komitmen kerja sama yang kuat antara Indonesia dan Malaysia ke tingkat yang lebih baik di masa mendatang," jelas PM Anwar.

Usai pertemuan tersebut, Airlangga langsung menggelar pertemuan khusus dengan MITI, Zafrul Abdul Azis. MITI Zafrul dan Menko Airlangga sepakat, pada saat ekonomi global sedang bergejolak, maka suara ASEAN perlu lebih lantang.

“Posisi ASEAN di Indo Pasifik sangat penting, bisa menjadi satu kekuatan yang sangat besar untuk mendorong penguatan ekonomi regional di Kawasan ASEAN dan di tingkat global," pungkas Airlangga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya