Berita

Guru Besar Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Didin Damanhuri/RMOL

Politik

Hentikan Pengeluaran APBN Tak Penting!

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 13:28 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah harus merespons serius kebijakan perang tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Indonesia sebesar 32 persen.

Salah satunya pemerintah agar menghentikan pengeluaran APBN yang tidak penting. Hal ini untuk mencegah terjadinya dampak terburuk bagi fiskal Indonesia.

“Hentikan pengeluaran-pengeluaran APBN dan APBD yang tidak perlu. Benchmark terhadap upaya-upaya seperti Gubernur Jabar selama ini misalnya,” kata Guru Besar Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Didin Damanhuri kepada wartawan, Jumat 4 April 2025.


Selain itu, Didin mendorong pemerintah membangkitkan semangat persatuan agar laju ekonomi, politik dan sosial stabil di tengah gelombang resesi.

“Menghentikan narasi-narasi pembelahan bangsa baik dari kalangan the rullling elite maupun civil society sehingga terjadi konsolidasi politik, ekonomi dan sosial untuk menghadapi situasi terburuk sekalipun,” kata Didin.

Ia juga mengimbau kalangan rumahtangga tidak melakukan belanja tidak berlebihan dan menghidupkan kembali budaya tolong menolong antar sesama.

“Sehingga tak seorang pun dibiarkan mengalami kesulitan ekonomi keluarganya,” kata Didin.

Aparat keamanan, lanjut Didin, juga harus lebih sigap dalam menghadapi situasi keamanan yang diprediksi meningkat.

“Aparat keamanan agar lebih gercep dan bijak menghadapi situasi kamtibmas yang mungkin meningkat dalam waktu dekat ini,” tutup Didin.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya