Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Tarif Trump Bikin Geger, Rupiah Bisa Tertekan ke Rp16.900 dalam Waktu Dekat

KAMIS, 03 APRIL 2025 | 11:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada perdagangan Kamis 3 April 2025. Rupiah bahkan sempat menyentuh titik terendahnya di Rp16.774 per Dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah dibuka melemah 0,35 persen ke Rp16.772 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.713 per Dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa tekanan terhadap Rupiah masih akan berlanjut, terutama akibat kebijakan kontroversial Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, jika kondisi ini terus berlanjut, nilai tukar Rupiah bisa mencapai Rp16.900 dalam waktu dekat.


“Bisa saja menuju level Rp16.900 dalam perdagangan minggu ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga kemungkinan akan mengalami penurunan 2-3 persen saat pasar dibuka, sehingga perlu mendapat perhatian dari Bursa Efek Indonesia,” ujar Ibrahim dalam keterangan resminya.

Salah satu faktor utama pelemahan rupiah adalah kebijakan Trump yang menerapkan kenaikan tarif impor secara sepihak terhadap negara-negara mitra dagang yang selama ini mengalami surplus perdagangan dengan AS.

Selain itu, rencana penerapan tarif timbal balik sebesar 32 persen oleh AS juga dikhawatirkan akan semakin menekan nilai tukar rupiah dan memberikan dampak negatif terhadap IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya