Berita

Kementerian Perdagangan (Kemendag)/Net

Bisnis

Kemendag Sambut Keputusan Malaysia Cabut Bea Masuk untuk Serat Selulosa Indonesia

RABU, 02 APRIL 2025 | 07:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyambut baik keputusan Malaysia mencabut pengenaan Bea Masuk Anti  Dumping  (BMAD)  terhadap  produk lembaran semen serat selulosa asal Indonesia.

Keputusan ini berlaku mulai 21 Maret 2025.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Isy Karim, mengatakan, dengan keputusan ini  Indonesia  berpotensi  menyelamatkan  ekspor  komoditas  serat  selulosa  ke  Malaysia  hingga senilai  2,6  juta Dolar AS.


Sejak 2020, Malaysia memberlakukan BMAD terhadap serat selulosa asal Indonesia.  Dengan pencabutan ini, kata Isy Karim, membuktikan bahwa serat selulosa asal Indonesia tidak merugikan industri di Malaysia.

Keputusan tersebut juga membuka  peluang  bagi produsen  eksportir  Indonesia untuk memperluas akses pasar ekspornya di Malaysia.

"Kami harap, ini menjadi angin segar bagi produsen dan eksportir di Indonesia untuk memperluas akses pasar di Malaysia,” ungkap Isy, dalam keterangannya di situs Kemendag yang dikutip Rabu 2 April 2025.

Pencabutan BMAD ini tertuang dalam Trade Practices Section, Multilateral Trade Policy and Negotiation Division, Ministry of Investment, Trade and Industry Malaysia pada 25 Maret 2025.

Otoritas Malaysia mulai menyelidiki dugaan dumping serat selulosa asal Indonesia sejak 26 Juli 2019 dan menerapkan BMAD sebesar 9,14 persen hingga 108,10 persen sejak 21 Maret 2020.

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai langkah selama masa penyelidikan untuk membebaskan serat selulosa Indonesia dari BMAD.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag, Reza Pahlevi Chairul, menegaskan, langkah itu meliputi koordinasi dengan perusahaan, penyampaian pembelaan tertulis, serta konsultasi dengan otoritas Malaysia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, eksportir, dan asosiasi turut terlibat dalam upaya ini.

Menurutnya, dengan dicabutnya BMAD, membuka kembali peluang ekspor serat selulosa Indonesia ke Malaysia.

“Indonesia harus memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan ekspor serat selulosa karena produk Indonesia memiliki potensi daya saing yang kuat di pasar Malaysia,” ujar Reza.

Ekspor serat selulosa Indonesia ke Malaysia sempat menunjukkan tren peningkatan 15,06 persen selama 2019-2023.

Pada 2024, nilai ekspor turun 40 persen, dari 2,61 juta Dolar AS menjadi 1,69 juta Dolar AS.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya