Berita

London/Wikipedia

Bisnis

Tarif Trump Ancam Ekonomi Inggris

SELASA, 01 APRIL 2025 | 14:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Inggris sedang bersiap menghadapi gelombang baru tarif perdagangan dari Amerika Serikat (AS) yang kemungkinan akan segera diumumkan.

Meskipun belum banyak rincian yang diungkap, Kantor Pertanggungjawaban Anggaran Inggris memperkirakan tarif baru ini bisa memangkas pendapatan domestik bruto (PDB) hingga 1 persen.

Menurut The Guardian, Inggris juga mungkin akan memberlakukan kenaikan pajak pada musim gugur akibat pembatasan perdagangan baru tersebut.


“Kami telah secara aktif mempersiapkan segala kemungkinan menjelang pengumuman Presiden Trump minggu ini, yang kami perkirakan akan berdampak pada Inggris dan negara-negara lainnya,” ujar Keir Starmer, juru bicara Perdana Menteri Inggris kepada wartawan Senin 31 Maret 2025, waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengumumkan kebijakan baru ini pada Rabu, 2 April 2025, sebagai bagian dari inisiatif yang disebutnya "Hari Pembebasan." 

Pemerintahan Trump menyatakan bahwa langkah ini bertujuan mengurangi defisit perdagangan AS yang mencapai 1,2 triliun Dolar AS, dengan menaikkan tarif barang-barang dari luar negeri dan melawan hambatan perdagangan non-tarif dari negara lain.

Minggu lalu, Trump mengumumkan rencananya untuk memberlakukan tarif sebesar 25 persen pada impor mobil yang akan dikenakan pada produsen mobil Inggris seperti Bentley dan Aston Martin. 

Tarif sebesar 25 persen pada impor baja yang telah diberlakukan oleh presiden AS telah mendorong satu-satunya produsen baja murni yang tersisa di Inggris untuk mempertimbangkan penutupan satu-satunya pabriknya yang tersisa di negara tersebut.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya