Berita

Pemudik di Stasiun Pasarsenen/RMOL

Bisnis

PHK dan Daya Beli Ubah Kebiasaan Mudik yang Sudah jadi Tradisi

SELASA, 01 APRIL 2025 | 10:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mudik menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idulfitri.

Berkumpul bersama keluarga besar di kampung halaman setelah bekerja keras di perantauan adalah momen yang membahagiakan.

Namun, sejumlah data dan penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam jumlah pemudik tahun ini.


Survei terbaru menunjukkan, sekitar 15 persen hingga 20 persen masyarakat Indonesia yang biasanya melakukan perjalanan mudik membatalkan rencana mudik di momen Lebaran tahun ini.

Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merinci bahwa jumlah pemudik di Lebaran tahun lalu mencapai sekitar 193,6 juta orang, atau 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Sedangkan jumlah pemudik Lebaran 2025 menurut proyeksi Kemenhub mencapai 146,48 juta orang. Ini berarti terjadi penurunan sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan jumlah ini disinyalir karena daya beli masyarakat Indonesia yang rendah yang terpengaruh oleh kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Ditambah lagi dengan kenaikan harga bahan bakar yang mengakibatkan naiknya transportasi dan biaya lain seperti harga barang-barang kebutuhan pokok.

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mengungkapkan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah semakin terhimpit di momen Lebaran 2025. Hal itu terungkap dalam laporan berjudul Awas Anomali Konsumsi Jelang Lebaran 2025.

Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat tidak menunjukkan gairah seperti biasanya. trend berbelanja untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran 2025 tidak semeriah tahun-tahun lalu.

Menurut lembaga think tank ini, terlihat  bahwa kelompok rumah tangga menengah ke bawah mengerem belanja.

Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami deflasi pada Februari 2025, baik secara tahunan sebesar 0,09 persen, bulanan 0,48 persen, maupun year to date 1,24 persen. Ini adalah deflasi pertama dalam lebih dari dua dekade.

Selain karena penurunan daya beli masyarakat, fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran juga menjadi faktor yang menyebabkan turunnya angka pemudik Lebaran 2025.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 3.325 pekerja terkena PHK per Januari 2025, sehingga total tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan mencapai 81.290 orang.

Angka ini meningkat 4,26 persen dari Desember 2024 yang mencatat 77.965 kasus PHK.

Penurunan jumlah pemudik pada Lebaran 2025 diakui oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo, tetapi ia tidak memerinci penyebabnya.

"Benar, besaran potensi pergerakan masyarakat saat mudik lebaran tahun ini (2025) mengalami penurunan dibanding tahun lalu," katanya dalam wawancara media pekan lalu.

Dari data Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) menunjukkan akumulasi pergerakan penumpang dari lima moda transportasi umum hingga H-3 Lebaran sebesar 6,75 juta orang atau turun 4,8 persen dari tahun lalu.

Daya beli yang merosot akibat inflasi, PHK, dan biaya hidup yang tinggi telah mengubah kebiasaan mudik yang sudah menjadi tradisi.

Padahal, mudik adalah momen yang paling dinanti. Tidak sekadar bisa berkumpul dengan keluarga besar di kampung halaman, mudik juga merupakan bentuk rasa syukur atas apa yang telah dihasilkan di tanah rantau. Ada momen bagi-bagi rejeki saat Lebaran, dimana orang-orang membagikan uang saku atau paket hadiah untuk anak-anak dan orang yang dituakan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya