Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Wall Street Bergejolak, Saham Tesla Ambruk

SELASA, 01 APRIL 2025 | 07:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat, setelah sebelumnya sempat jatuh ke level terendah dalam enam bulan. 

Investor tetap waspada menjelang pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden AS Donald Trump. Dikhawatirkan kebijakan ini akan memperburuk inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 naik 0,55 persen di level 5.611,85 setelah sebelumnya turun hingga 1,65 persen, pada penutupan perdagangan Senin 31 Maret 2025 Waktu setempat atau Selasa pagi WIB. 


Indeks Nasdaq Composite melemah 0,14 persen ke level 17.299,29. Dow Jones Industrial Average melonjak 417,86 poin atau 1 persen menjadi 42.001,76.

Meski mayoritas menghijau, secara keseluruhan Wall Street mencatat kinerja yang sangat buruk sepanjang Maret dan kuartal I-2025.

Selama Maret, S&P ambruk 5,8 persen, mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Desember 2022. Nasdaq jeblok 8,2 persen, sementara Dow Jones turun 4,2 persen.

Saham Tesla anjlok  11,5 persen selama Maret dan jatuh 36 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini. 

Penurunan lebih parah terakhir kali terjadi pada akhir 2022. Saham Tesla anjlok 54 persen pada kuartal tersebut setelah CEO Elon Musk menjual lebih dari 22 miliar Dolar AS saham Tesla untuk membiayai akuisisi Twitter. 

Trump mengonfirmasi bahwa rencana tarif baru yang akan diumumkan Rabu 2 April 2025 mendatang akan berlaku untuk ‘semua negara’. 

Namun, rincian kebijakan ini masih belum jelas, sehingga menciptakan ketidakpastian di pasar.

“Akibatnya, investor cenderung menjual saham lebih dulu dan menunggu perkembangan. Ini memiliki potensi untuk menciptakan aksi jual panik, diikuti dengan reli pemulihan,” papar Kepala Strategi Global di Freedom Capital Markets Jay Woods.

Laporan The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Trump telah meminta penasihatnya untuk bersikap lebih agresif dalam kebijakan tarif.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya