Berita

Pengamat ekonomi Yanuar Rizki (tangkapan layar/RMOL)

Bisnis

Krisis Daya Beli Hantui Kelas Menengah di Momen Lebaran 2025

MINGGU, 30 MARET 2025 | 03:40 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Jelang Hari Raya Idulfitri 2025, daya beli masyarakat masih tak kunjung meningkat. Lemahnya daya beli itu ditandai dengan menurunnya pendapatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). 

Hal itu diutarakan pengamat ekonomi Yanuar Rizki dalam podcast bersama Abraham Samad yang mengulas kondisi ekonomi nasional saat ini.
 
“Dari sisi PPN, PPN itu konsumsi, maksudnya konsumsi, daya beli. PPH juga turun, kalau PPN turun, maksudnya sektor produksi itu terganggu, PHK, ya kan? Menurut Bu Sri Mulyani deflasi, deflasi kita tadi kan terburuk sepanjang sejarah, yang diumumkan oleh BPS di bulan Februari,” ucap Yanuar dikutip dalam kanal Youtube Abraham Samad SPEAK UP, Minggu, 30 Maret 2025. 


Ekonom jebolan UGM ini membantah penjelasan pemerintah bahwa deflasi yang terjadi karena upaya untuk membendung kebijakan Donald Trump terkait inflasi tinggi. Sehingga hal itu diklaim sebagai prestasi.

Di sisi lain, pemerintah mampu memberikan diskon tarif listrik yang juga diklaim sebagai prestasi untuk mendongkrak ekonomi rakyat.

“Sekarang kita pakai logiknya aja deh. Masyarakat bahwa dapat diskon listrik. Biasa bayar listrik Rp100 ribu. Sekarang bayarnya cuma Rp50 ribu. Kalau ada diskon gitu, dia belanja nggak, tetap belanja,” ungkapnya.

“Dengan sekarang kita melihat kenapa kondisi konsumsi itu deflasi, berarti itu uang (Rp50 ribu) nggak dibelanjain. Berarti semakin nyata, ekonominya lagi sulit,” tegas Yanuar.

Ekonom yang dikenal kritis ini menambahkan bukti terkait pinjaman online yang terus meningkat. Hal itu dilihat dari Non Performing loan (NPL) berdasarkan data OJK yang naik tajam.

Selain itu, menurutnya, angka pengguna kartu kredit di perkotaan yang tidak bisa membayar cicilannya juga meningkat.

“Orang yang minjem udah nggak bisa bayar. Saya ingin mengajukan dari sini, artinya krisis daya itu nyata. Dan ini berdampak di kelas menengah ya,” tegasnya lagi.

Mantan komisaris PT Pupuk Indonesia ini juga mengulas badai PHK yang menerpa berbagai industri.

“Kalau kita lihat laporan keuangan BPJS Ketengakerjaan pendapatan preminya menurun. Artinya terjadi PHK. Dari angka BPJS Ketenagakerjaan sudah 250 ribu, berarti sudah 250 ribu PHK,” bebernya.

Kondisi-kondisi tersebut yang menyebabkan suasana jelang Lebaran ini ditandai lesunya ekonomi yang semakin gawat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya