Berita

Naufal Ubaidillah/Net

Politik

Resmi Jadi Ketua, Naufal Ubaidillah Deklarasikan Dualisme PPI Turkiye 2025-2026

SABTU, 29 MARET 2025 | 13:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mahasiswa S2 Ilmu Politik dan Hubungan Internasional di Istanbul Sabahattin Zaim University, Naufal Ubaidillah, bersama dengan 922 pendukung dari berbagai wilayah di Turkiye, secara resmi mendeklarasikan dualisme Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turkiye. 

Naufal, yang merupakan calon ketua PPI Turkiye periode 2025/2026 dengan mandat 922 suara, menyatakan tidak lagi mengakui keabsahan dan legitimasi kepengurusan PPI Turkiye saat ini.

"Kami memutuskan untuk mendeklarasikan PPI Turkiye baru dengan saya sebagai Ketua Dualisme organisasi kemasyarakatan merupakan hak warga negara, dan kami meminta semua pihak untuk menghormati keputusan ini," kata Naufal, kepada wartawan, Sabtu 29 Maret 2025.
 

 
Deklarasi ini didasari oleh dugaan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi oleh beberapa institusi PPI Turkiye.

Menurut Naufal, pelanggaran tersebut menyebabkan ketidakadilan, ketidaktransparanan, dan ketidakakuntabelan dalam pengelolaan organisasi. 

Salah satu poin krusial adalah penggunaan Pasal 28 ayat 7 butir c oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPI Turkiye yang dinilai inkonstitusional untuk
memperpanjang periode pendaftaran calon ketua. 

Padahal, Pasal 33 ayat 9 secara jelas menyebutkan bahwa jika hanya terdapat satu calon yang mendaftar, pemilihan harus dilanjutkan melalui mekanisme aklamasi di forum Musyawarah Tahunan (Musta).

Naufal menegaskan bahwa dirinya telah memenuhi syarat sebagai calon tunggal sesuai konstitusi, karena pada akhir periode pendaftaran (22 Oktober 2024) tidak ada calon lain yang mendaftar.

Namun, keputusan KPU yang memperpanjang masa pendaftaran secara sepihak dianggap mencederai prinsip demokrasi dan merampas haknya sebagai calon tunggal. 

Meski kesalahan prosedural ini diakui oleh KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Majelis Perwakilan Anggota (MPA), dan pihak kompetitor, hingga kini tidak ada konsekuensi hukum yang dijatuhkan.

Lebih lanjut, Naufal juga mengkritik jalannya Musyawarah Tahunan (MUSTA) PPI Turkiye pada 15-16 Februari 2025, yang menurutnya diwarnai indikasi kuat upaya penyingkiran dirinya dari proses pemilihan. 
Hal ini terlihat dari dominasi delegasi penuh Badan Pengurus Harian (BPH) sebanyak 27 orang, serta sikap seragam BPH dan MPA dalam mendukung salah satu calon presidium tetap sidang.
Menyikapi situasi tersebut, Naufal dan para pendukungnya bersepakat membentuk kepengurusan baru yang menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam menjalankan roda organisasi.

"Kami mengajak seluruh anggota PPI Turkiye untuk bergabung bersama kami dalam membangun organisasi yang lebih baik, yang berpegang pada nilai-nilai dan tujuan asli PPI," ujarnya.

Sebagai langkah konkret, kepengurusan PPI Turkiye di bawah komando Naufal Ubaidillah akan berfokus pada internasionalisasi di berbagai bidang, seperti riset akademik, simposium internasional, entertainment, jurnalistik, dan aspek lainnya.
Visi besar ini bertujuan menjadikan PPI Turkiye sebagai sarana diplomasi jalur kedua (second track diplomacy) untuk mendukungnarasi Indonesia Emas 2045.

“Kami ingin PPI Turkiye menjadi laboratorium peradaban Indonesia terdepan di tahun 2045. Bukan hanya organisasi yang fokus pada internal, tetapi juga menjadi pelopor di berbagai bidang untuk komunitas pelajar internasional di Turkiye,” pungkas Naufal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya