Berita

Para pekerja duduk di tanah dekat lokasi bangunan yang runtuh setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Bangkok pada Jumat, 28 Maret 2025/Net

Global

Total Korban Tewas Akibat Gempa Myanmar dan Thailand Tembus 23 Orang

JUMAT, 28 MARET 2025 | 19:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Myanmar tengah pada Jumat, 28 Maret 2025, sekitar pukul 12.50 siang waktu setempat. Getaran gempa yang kuat dirasakan hingga ke wilayah Asia Tenggara, termasuk Bangkok, Thailand. 

Menurut laporan terbaru, gempa ini telah menyebabkan total 23 korban jiwa dengan 20 di antaranya merupakan warga Myanmar dan tiga lainnya dari Thailand.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, dengan lebih dari satu juta penduduk. 


Gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo tercatat 11 menit kemudian, memperparah situasi di wilayah terdampak. Dengan kedalaman hanya sekitar 9,6 kilometer, gempa ini tergolong dangkal, yang meningkatkan dampak guncangan.

Gempa di Mandalay menyebabkan kehancuran bangunan dan infrastruktur. Rumah sakit utama di kota tersebut kewalahan menangani ratusan pasien yang terluka akibat reruntuhan. 

"Gempa bumi menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya," ujar Dr. Kyaw Zin dari Rumah Sakit Umum Mandalay, seperti dimuat Bangkok Post. 

Puluhan pasien terpaksa mengungsi ke tempat parkir, beberapa masih terhubung dengan infus dan tabung oksigen.

Daw Kyi Shwin, seorang warga Mandalay, mengisahkan kesedihannya setelah kehilangan putrinya yang berusia tiga tahun. 

"Begitu kejadian itu terjadi, saya langsung lari ke bawah, tetapi saya tidak sempat. Saya mencoba lari ke arahnya, tetapi sebelum sempat, batu bata juga menimpa saya," ujarnya. 

Gempa ini juga merobohkan jembatan dan beberapa bangunan di berbagai kota, termasuk di ibu kota Nay Pyi Taw. Situasi semakin sulit karena jaringan listrik dan komunikasi terganggu, menghambat upaya penyelamatan. 

Myanmar, yang secara geografis berada di zona seismik aktif, sebelumnya pernah mengalami gempa serupa pada tahun 2011 yang menewaskan lebih dari 70 orang.

Di Bangkok, lebih dari 600 mil dari Mandalay, gempa menyebabkan kepanikan di jalan-jalan ibu kota Thailand. 

Gedung-gedung tinggi bergoyang, memaksa penghuni untuk mengungsi ke tempat aman. Video yang beredar menunjukkan kolam renang di atas hotel dan menara hunian meluap akibat guncangan.

Salah satu dampak terbesar terjadi pada sebuah gedung pencakar langit 30 lantai yang sedang dibangun di Bangkok. Video yang diverifikasi oleh media internasional menunjukkan gedung tersebut runtuh, menyebabkan awan debu menyelimuti area sekitarnya. 

"Setidaknya tiga orang tewas dalam insiden ini," ujar seorang petugas penyelamat. 

Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra pun menetapkan Bangkok sebagai "area darurat" dan meminta penduduk untuk menghindari gedung-gedung tinggi guna mengantisipasi gempa susulan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya