Berita

Tim penyelamat bekerja di lokasi bangunan yang runtuh setelah getaran gempa bumi kuat yang melanda Myanmar tengah pada hari Jumat berdampak pada Bangkok, Thailand, 28 Maret 2025/Net

Dunia

43 Pekerja Konstruksi Bangkok Hilang Setelah Gedung 30 Lantai Ambruk

JUMAT, 28 MARET 2025 | 16:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo yang berpusat di Mandalay, Myanmar, mengguncang Thailand pada Jumat, 28 Maret 2025.

Getaran kuat menyebabkan sebuah gedung pencakar langit setinggi 30 lantai yang sedang dibangun di Bangkok runtuh, menimbulkan korban jiwa dan puluhan pekerja yang masih hilang.

Bangunan tersebut, yang direncanakan menjadi Kantor Audit Negara, roboh sekitar pukul 01.20 siang waktu setempat.


Tercatat dua orang tewas dan 43 pekerja masih dinyatakan hilang di bawah puing-puing. Saat itu ada 50 pekerja di lokasi saat kejadian.

Tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi dengan bantuan alat berat untuk memulai operasi pencarian dan penyelamatan.

"Kami telah memastikan bahwa struktur di sekitar gedung yang runtuh cukup aman sebelum memulai upaya pencarian," kata seorang petugas penyelamat, seperti dimuat Thai PBS World.

Anjing pelacak juga telah diterjunkan untuk membantu menemukan korban yang masih hidup.

Menanggapi kejadian ini, Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt segera memerintahkan pembentukan pusat komando di kantor lama Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA) untuk mengoordinasikan operasi penyelamatan dan bantuan bagi korban.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra, yang saat ini berada di Phuket, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjauhi gedung-gedung tinggi hingga situasi dinyatakan aman.

"Kami telah menginstruksikan semua lembaga terkait untuk bersiap membantu warga yang terdampak gempa serta mengantisipasi kemungkinan gempa susulan," ujarnya.

Associate Professor Sutthisak Soralump dari Fakultas Teknik Universitas Kasetsart menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh pergerakan Sesar Sagaing yang melintasi Mandalay, Myanmar.

"Pengukuran awal mencatat kekuatan gempa sebesar 7,6 hingga 7,4 magnitudo. Sesar ini telah menyebabkan beberapa gempa besar di masa lalu, termasuk pada tahun 1912, 1930, 1940, dan 1950," jelasnya.

Ia juga memperingatkan bahwa masih ada potensi gempa susulan dengan kekuatan hingga 6,6 magnitudo. Dengan kemungkinan ini, otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Selain menyebabkan kerusakan bangunan, guncangan kuat dari gempa ini juga memicu kepanikan di Bangkok.

Banyak warga bergegas meninggalkan gedung-gedung tinggi dan berlindung di jalanan demi keselamatan. Beberapa bangunan di pusat kota juga dilaporkan mengalami keretakan akibat guncangan.

Pemerintah Thailand saat ini berfokus pada upaya penyelamatan dan evakuasi korban, sementara warga diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi guna menghindari risiko lebih lanjut akibat gempa susulan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya