Berita

Ilustrasi/Anadolu Agency

Bisnis

Kebijakan Tarif AS Bisa mengguncang Ekspor Suku Cadang Thailand

JUMAT, 28 MARET 2025 | 14:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ekspor suku cadang mobil Thailand akan terpengaruh oleh kebijakan tarif yang diluncurkan pemerintah Amerika Serikat.

Menteri Keuangan Thailand berharap masih terbuka kesempatan untuk bernegosiasi agar mereka bisa mengirim suku cadang langsung ke Amerika daripada melalui produsen di negara lain.

Thailand adalah pusat produksi mobil terbesar di Asia Tenggara dan basis ekspor bagi beberapa produsen mobil terkemuka dunia, termasuk Toyota dan Honda.


Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tarif sebesar 25 persen untuk kendaraan impor, yang memperluas perang dagang global dan memicu kritik dan ancaman pembalasan dari sekutu AS yang terkena dampak.

Tarif tersebut akan mengurangi ekspor suku cadang mobil dari Thailand ke negara-negara lain yang memproduksi mobil.

Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira mengatakan pihaknya akan terus mencermati seberapa besar pengaruh kebijakan tarif tersebut terhadap negaranya.

"Akan menjadi solusi yang baik jika kita juga dapat mengirim suku cadang ke Amerika," katanya, dikutip dari Reuters, Jumat 28 Maret 2025.

Yeap Swee Chuan, kepala eksekutif AAPICO Hitech, salah satu produsen suku cadang mobil terbesar di Thailand, mengatakan dampak tarif kemungkinan tidak akan meluas.

"Kami memasok ke sebagian besar perusahaan Jepang secara lokal," katanya kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa kendaraan tersebut biasanya tidak diekspor ke AS.

Hanya sebagian kecil dari produksi AAPICO yang saat ini dikirim langsung ke AS, dan tarif suku cadang mobil akan mempersulit pengiriman suku cadang ke sana, kata Yeap Swee Chuan.

Mengenai ekspor lain yang dapat dikenakan tarif yang menurut Trump akan diumumkan minggu depan, Pichai mengatakan bahwa hal itu mungkin tidak akan langsung terpengaruh.

"Kita masih punya waktu untuk melihat mana yang akan terkena dampak dan bagaimana kita akan bernegosiasi. Kita tunggu saja," katanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya