Berita

Jurubicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto/RMOL

Hukum

Dituduh Kriminalisasi Febri Diansyah, KPK: Silakan Buktikan!

JUMAT, 28 MARET 2025 | 13:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kriminalisasi terhadap profesi advokat yakni kepada tim penasihat hukum Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Febri Diansyah perlu dibuktikan.

Hal itu disampaikan Jurubicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto menanggapi pernyataan sikap dari delapan organisasi advokat yang tergabung dalam Forum Peduli Advokat Indonesia.

Mereka menyebut KPK melakukan intimidasi dan kriminalisasi terhadap Febri yang sedang menangani perkara Hasto di persidangan, namun dipanggil tim penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap Harun Masiku dan Donny Tri Istiqomah.


"Semua saksi yang dipanggil pasti berkaitan dengan perkara. Bila pada saat pemanggilan tersebut terlihat ada unsur politis, itu tergantung sudut pandang siapa yang melihat," kata Tessa kepada wartawan, Jumat 28 Maret 2025.

Tessa memastikan, KPK sudah menyiapkan bahan-bahan bila ada tudingan kepada tim penyidik yang berujung laporan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Apabila dikatakan KPK mengkriminalisasi, silahkan dibuktikan, dalam bentuk apa KPK mengkriminalisasi?" kata Tessa. 

"Kalau hanya melempar wacana saya pikir itu bukan bidang tugas KPK, dalam hal penindakan ya, tentunya semua dapat dibuktikan pada saat seluruh bahan pemanggilan tersebut dapat disajikan di pengadilan nanti," pungkas Tessa.


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya