Berita

Ilustrasi (Foto: Antara)

Bisnis

Bimbang Jelang Lebaran, Dolar AS Takluk di Rp16.555

KAMIS, 27 MARET 2025 | 21:34 WIB | OLEH: ADE MULYANA

SITUASI dan sentimen kurang bersahabat terkesan masih berlanjut hingga sesi perdagangan penutupan bulan puasa tahun ini. Pelaku pasar kembali mendapatkan kabar suram dari kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Laporan menyebutkan, Trump yang akhirnya mencoba menyudahi spekulasi soal kebijakan penaikkan tarif masuk dengan mengenakan tarif masuk sebesar 25 persen pada produk impor otomotif.

Kabar dari Trump tidak berhenti di sini, laporan lain menyebutkan, Trump yang sedang berupaya kompromi dengan produk asal China guna melapangkan jalan bagi akuisisi perusahaan sosial media asal China, TikTok. Upaya kompromi Trump ini sekaligus mencerminkan masih rumit dan kompleksnya proses nasionalisasi TikTok tersebut.

Rangkaian situasi tersebut dengan mudah menghantarkan pelaku pasar jatuh dalam pesimisme, mengingat kebijakan tarif secara keseluruhan masih belum jelas di tengah kekhawatiran ancaman resesi yang terus tumbuh. Aksi perburuan Dolar AS akhirnya berlanjut meski dalam taraf yang lebih moderat. Pantauan menunjukkan, sebagian besar mata uang utama dunia yang kembali merosot dan kemerosotan tersebut bertahan hingga sesi perdagangan hari keempat pekan ini di Asia, Kamis 27 Maret 2025.


Pelaku pasar di Asia juga semakin mendapatkan pukulan tambahan dari rilis tingkat profit industri China yang dilaporkan turun 0,3 persen pada Februari lalu. Rilis data ini semakin menyiratkan tantangan serius pada prospek perekonomian China yang semakin terancam oleh kebijakan tarif masuk Trump.

Namun beruntungnya, di tengah rangkaian sentimen suram tersebut, kinerja mata uang Asia mampu bertahan mixed dan terjebak di rentang sempit. Pantauan juga memperlihatkan, kinerja di rentang sempit yang konsisten di sepanjang sesi perdagangan. Nilai tukar Yuan China, Peso Filipina bersama Rupiah mampu menjejak zona penguatan dengan stabil dan konsisten di sepanjang sesi perdagangan pagi.

Kinerja tak jauh berbeda juga terlihat hingga sepanjang sesi perdagangan sore. Terkhusus pada Rupiah, hingga ulasan ini disunting tercatat masih berada di kisaran Rp16.555 per Dolar AS atau menguat sangat tipis 0,11 persen. Pantauan juga menunjukkan, Peso Filipina yang mencetak kinerja paling moncer di Asia dengan mencetak penguatan tajam di kisaran 0,67 persen. Sedang Baht Thailand mulai berupaya menjangkau zona penguatan tipis di ujung sesi perdagangan sore. Kinerja mixed mata uang Asia dan konsisten di rentang sempit sekaligus mencerminkan kebimbangan pasar Asia menjelang jatuhnya masa libur lebaran.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya