Berita

Adik kandung mantan Jurubicara KPK Febri Diansyah, Fathroni Diansyah/RMOL

Hukum

Adik Kandung Febri Diansyah Bungkam Soal Kasus TPPU SYL

KAMIS, 27 MARET 2025 | 19:04 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Selama 8 jam diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adik kandung mantan Jurubicara KPK Febri Diansyah, Fathroni Diansyah Edi enggan berkomentar soal kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Pantauan RMOL, Fathroni telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi selama 8 jam sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 18.07 WIB di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Maret 2025.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Fathroni dikawal langsung oleh 2 orang penyidik, salah satunya Rossa Purbo Bekti.


Saat ditanya berbagai pertanyaan oleh wartawan, Fathroni enggan berkomentar. Dia meminta agar wartawan bertanya langsung kepada penyidiknya, yakni Rossa Purbo Bekti.

"Kalau itu mungkin tanya ke Pak Rossa ya penyidik. Silahkan tanya ke penyidiknya," singkat Fathroni.

Fathroni pun mengaku tidak berkomunikasi dengan kakak kandungnya, Febri Diansyah terkait kehadirannya ke KPK untuk diperiksa setelah mangkir dari agenda pada Senin, 24 Maret 2025.

"Nggak ada komunikasi (dengan Febri)" pungkas Fathroni.

Sebelumnya, Febri Diansyah sudah hadir memenuhi panggilan tim penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Fraksi PDIP periode 2019-2024. Namun, Febri batal diperiksa lantaran penyidik sudah terlebih dahulu memeriksa Fathroni yang tiba-tiba datang terlebih dahulu.

Pemeriksaan terhadap Febri batal lantaran penyidik di dua perkara tersebut sama, yakni Rossa Purbo Bekti. Untuk itu, Febri akan dijadwalkan ulang pemeriksaan berikutnya setelah Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Pada Rabu, 19 Maret 2025, tim penyidik menggeledah kantor Visi Law Office yang berada di Jalan Metro Pondok Indah nomor 26 Blok Sg, RT.2/RW.15, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dari sana, KPK mengamankan barang bukti berupa dokumen dan barang bukti elektronik (BBE).

Penggeledahan kantor Visi Law Office itu dilakukan setelah penyidik memeriksa mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum KPK, Rasamala Aritonang sebagai saksi di hari yang sama. Visi Law Office merupakan tempat bekerja Rasamala Aritonang.

Visi Law Office yang sebelumnya bernama Visi Integritas Law Office merupakan kantor hukum yang didirikan mantan Jurubicara KPK Febri Diansyah bersama mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz pada Oktober 2020. Pada Januari 2022, Rasamala Aritonang turut bergabung.

Sementara itu, Febri Diansyah tercatat sudah tidak bekerja di Visi Law Office. Dia sudah mendirikan firma hukum baru bernama Diansyah & Partners bersama adiknya, Fathroni Diansyah Edi. Fathroni sebelumnya juga sempat magang di Visi Law Office.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya