Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

Dunia

Zelensky: Putin Akan Segera Mati dan Perang Berakhir

KAMIS, 27 MARET 2025 | 16:15 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat pernyataan kontroversial tentang kondisi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam sebuah wawancara di Paris setelah pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Zelensky menegaskan bahwa waktu Putin akan segera meninggal dunia dan konflik yang tengah berlangsung pada akhirnya akan terhenti.

"Ia (Putin) akan segera meninggal, dan itu fakta, dan itu (perang) akan berakhir," kata Zelensky, seperti dimuat Daily Mail pada Kamis, 27 Maret 2025.

Spekulasi mengenai kesehatan Putin telah menjadi perbincangan selama bertahun-tahun. Pengamat telah mencatat beberapa tanda fisik seperti wajah yang tampak bengkak, kaki yang berkedut, serta mata merah, yang diduga sebagai indikasi dari kondisi medis tertentu. 

Spekulasi mengenai kesehatan Putin telah menjadi perbincangan selama bertahun-tahun. Pengamat telah mencatat beberapa tanda fisik seperti wajah yang tampak bengkak, kaki yang berkedut, serta mata merah, yang diduga sebagai indikasi dari kondisi medis tertentu. 

Pada tahun 2022, spekulasi semakin meningkat ketika Putin tampak lemah dan berbicara cadel sambil memegang meja selama pertemuan dengan Menteri Pertahanan Rusia saat itu, Sergei Shoigu. 

Selain itu, laporan mengenai batuk terus-menerus, gerakan tak terkendali, dan cara berjalan yang pincang semakin memperkuat dugaan bahwa Putin mungkin menderita penyakit serius seperti kanker atau Parkinson.

Dalam kesempatan yang sama di Paris, Zelensky juga menuduh Rusia berupaya mengacaukan Uni Eropa dari dalam. Ia menyinggung pemerintah pro-Rusia di beberapa negara anggota blok tersebut, seperti Hongaria. 

Menurutnya, ini bukanlah waktu bagi Eropa untuk mengurangi tekanan terhadap Moskow atau melemahkan persatuan mereka dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Rusia.

Sementara itu, Macron yang berdiri di samping Zelensky, mengumumkan paket bantuan militer senilai 2 miliar Euro untuk Ukraina. Ia menegaskan bahwa Rusia tidak memiliki hak untuk menentukan kebijakan keamanan Eropa. 

Macron juga menyerukan agar Moskow menerima gencatan senjata selama 30 hari tanpa prasyarat, menuduh Rusia sebagai pihak yang memperpanjang perang dengan menetapkan tuntutan baru alih-alih terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik.

Presiden Prancis itu menegaskan bahwa Ukraina telah menyetujui gencatan senjata penuh dan tanpa syarat, sementara Rusia masih belum melakukannya. 

Ia menekankan bahwa hanya ada satu pihak yang bertanggung jawab atas agresi ini, yaitu Rusia. 

Zelensky, pada bagiannya, menyatakan harapannya agar para pemimpin Eropa yang berkumpul di Paris, termasuk Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, mengambil "keputusan yang kuat" terkait langkah-langkah selanjutnya dalam mendukung Ukraina.

Dalam diskusi mengenai keamanan masa depan Ukraina, salah satu isu utama yang muncul adalah kemungkinan pengerahan pasukan Eropa untuk mencegah agresi Rusia lebih lanjut setelah perang berakhir. 

Zelensky mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan peran spesifik pasukan tersebut, tetapi ia mengakui bahwa keberadaan mereka bisa menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pascakonflik. 

Ia menegaskan bahwa tidak ada negara yang ingin terseret ke dalam perang, tetapi kehadiran pasukan Eropa dapat menjadi alat pencegah bagi potensi permusuhan baru.

Macron menambahkan bahwa jika ada pengerahan pasukan Eropa, mereka tidak akan berperan sebagai pasukan tempur, melainkan sebagai mekanisme untuk kontrol, pelatihan, dan memastikan kepatuhan terhadap perjanjian damai.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya