Berita

Sebuah rumah dikelilingi oleh kebakaran hutan di daerah Uiseong, Korea Selatan, pada tanggal 24 Maret 2025/Net

Global

Kebakaran Hutan Korsel Memburuk, Korban Jiwa Tembus 18

RABU, 26 MARET 2025 | 11:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sedikitnya 18 orang tewas dan hampir 20 orang terluka setelah kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya melanda beberapa wilayah di tenggara Korea Selatan. 

Ribuan petugas pemadam kebakaran dan tentara telah dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran yang terus meluas, yang telah terjadi selama lebih dari lima hari terakhir. 

Mengutip Yonhap pada Rabu, 26 Maret 2025, kebakaran yang dimulai pada Jumat malam, 21 Maret 2025 di daerah Sancheong, provinsi Gyeongsang Utara, telah menyebar ke beberapa daerah sekitar, termasuk Uiseong, Andong, dan Cheongsong. 


Kebakaran yang dipicu oleh angin kencang dan kondisi kering ini menghancurkan lebih dari 17.000 hektar hutan dan merusak ratusan bangunan, termasuk kuil Gounsa yang berusia lebih dari seribu tahun di Uiseong. 

Menurut penjabat Presiden Korea Selatan, Han Duck-soo kebakaran berkembang dengan cara yang tak terbayangkan dan mengakibatkan kerusakan besar. 

"Kerusakan yang ditimbulkan sangat besar, bahkan melampaui semua model prediksi yang ada," kata dia.

Sejumlah korban tewas dilaporkan setelah berusaha melarikan diri dari api. Empat korban terbakar hingga tewas setelah mobil mereka terbalik di jalan saat mereka mencoba menghindari kobaran api yang semakin dekat. 

Sementara itu, beberapa daerah seperti Desa Hahoe di Andong, yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, juga berada dalam bahaya besar. Pihak berwenang mengeluarkan peringatan darurat karena kebakaran semakin mendekat.

Seorang ahli bencana hutan dari Institut Ilmu Kehutanan Nasional Korea, Lee Byung-doo mengungkapkan bahwa kebakaran di Uiseong menunjukkan skala dan kecepatan yang sangat tidak terduga. 

"Kami tidak pernah membayangkan api bisa menyebar dengan begitu cepat dan meluas," ujarnya.

Untuk membantu memadamkan api, militer Korea Selatan mengerahkan sekitar 5.000 personel dan 146 helikopter, serta ribuan petugas pemadam kebakaran. 

Tidak hanya itu, sekitar 500 narapidana juga dipindahkan ke fasilitas lain untuk menghindari bahaya kebakaran. Meskipun upaya besar sedang dilakukan, kebakaran masih belum sepenuhnya terkendali.

Dalam keadaan darurat ini, pemerintah Korea Selatan terus mengingatkan masyarakat untuk waspada dan mengikuti instruksi evakuasi yang dikeluarkan oleh pejabat setempat.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya