Berita

Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus/Istimewa

Politik

Keberhasilan Kopdes Merah Putih Akan Turunkan Kemiskinan Ekstrem

SELASA, 25 MARET 2025 | 16:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah menaruh harapan besar bahwa program 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan menjadi pendorong penciptaan lapangan kerja dan penurunan kemiskinan ekstrem di desa. 

Dengan model bisnis yang lebih terpadu, Kopdes diyakini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Menurut Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, koperasi memiliki peran signifikan dalam membuka lapangan kerja. 


Hingga 2023, koperasi di Indonesia telah menyerap 669.164 tenaga kerja, termasuk 258.339 karyawan dan 15.974 manajer. Namun, jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan potensi koperasi yang sebenarnya.

"Koperasi biasa rata-rata hanya menciptakan dua sampai tiga lapangan kerja di luar partisipasi anggotanya. Jika tidak ada skema khusus, maka 80 ribu koperasi hanya akan menghasilkan sekitar 216 ribu pekerjaan tambahan secara nasional. Angka ini belum cukup untuk mengatasi kemiskinan ekstrem di desa," ujar Panel Barus lewat keterangan resminya, Selasa 25 Maret 2025.

Karena itulah, Kopdes Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dirancang memiliki berbagai unit usaha yang akan meningkatkan daya serap tenaga kerja. 

Di mana setiap koperasi akan mengelola unit bisnis seperti gerai sembako, apotek, klinik kesehatan, simpan pinjam, logistik, dan cold storage. Dengan struktur ini, tiap koperasi diperkirakan dapat membuka 10 hingga 15 lapangan kerja baru per desa.

"Jika program ini berjalan sesuai rencana, maka akan tercipta 800 ribu hingga 1,2 juta pekerjaan baru secara nasional. Ini merupakan lompatan besar dibanding koperasi konvensional yang tidak memiliki dukungan desain bisnis terpadu," tambahnya.

Selain menciptakan pekerjaan langsung, Kopdes Merah Putih juga membuka peluang kerja tidak langsung di sektor pemasok desa, teknisi pemeliharaan fasilitas, serta penyedia jasa transportasi logistik. 

Oleh karena itu, pelatihan keterampilan bagi penduduk desa menjadi aspek penting dalam keberhasilan program ini. Pemerintah telah berkomitmen melatih 210 ribu hingga 240 ribu pengelola koperasi, dengan target rata-rata tiga orang terlatih per koperasi.

Saat ini, sekitar 3,17 juta penduduk desa masih hidup dalam kemiskinan ekstrem. Jika Kopdes Merah Putih mampu menciptakan 1 juta lapangan kerja baru, angka kemiskinan ekstrem di desa diprediksi akan turun sebesar 25–30 persen.

"Dengan koperasi yang lebih kuat dan tenaga kerja yang lebih terampil, ekonomi desa akan tumbuh lebih cepat. Inilah upaya nyata pemerintah dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan," tutup Panel Barus.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya