Berita

Diskusi Peran dan Kebijakan Regulasi dalam Pengelolaan Air Minum di Jakarta yang diadakan Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI)/Ist

Nusantara

Masyarakat Punya Peran Penting Kelola Air Bersih di Jakarta

SELASA, 25 MARET 2025 | 02:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jakarta menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan air bersih. Padahal air bersih adalah kebutuhan utama yang harus dijaga kualitas dan ketersediaannya.

Pemerhati Jakarta dari Budgeting Metropolitan Watch, Amir Hamzah, dalam diskusi Peran dan Kebijakan Regulasi dalam Pengelolaan Air Minum di Jakarta yang diadakan Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI),  menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga air bersih.

"Masyarakat perlu diberi pendidikan dan penguatan kesadaran serta pengetahuan tentang pentingnya pengelolaan air bersih secara baik dan berkelanjutan," kata Amir, Senin 24 Maret 2025.


Ia menegaskan, pengelolaan air yang buruk bisa memicu konflik, baik antarindividu, antara masyarakat dan pemerintah, bahkan antarnegara.

Untuk itu masyarakat harus berperan aktif dengan mengawasi kualitas air, mengelola sumber air, serta menggunakan air secara efisien. Selain itu, kesadaran dalam mengelola limbah juga diperlukan agar air tetap bersih dan terjaga keberlanjutannya.

"Masyarakat juga dapat melakukan identifikasi terhadap masalah yang berkaitan dengan pengelolaan air bersih, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan air bersih," ucapnya.

Pemerhati lain, Sugiyanto dari Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), menyoroti pentingnya kebijakan dan regulasi dalam pengelolaan air bersih.

Ia menekankan bahwa pemerintah harus menetapkan standar layanan air, menentukan model pengelolaan yang tepat, serta mendukung investasi infrastruktur.

Sugiyanto juga menegaskan perlunya regulasi yang menjamin akses air bersih bagi masyarakat, mengontrol tarif, menegakkan standar kualitas air, serta mencegah eksploitasi sumber daya air.

Sementara itu, Direktur Eksekutif KPMI, Andi Wijaya, menilai pengelolaan air bersih di Jakarta masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan air baku hingga tarif yang masih rendah dibanding daerah lain.

Namun, ia optimistis dengan target Perumda PAM Jaya untuk menyediakan cakupan air bersih 100 persen pada 2030.

"Direktur Utama PAM Jaya, Pak Arief Nasrudin, telah menetapkan langkah yang baik dan menunjukkan kinerja positif," pungkasnya.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Kontrak Rp25 Triliun PAM Jaya–Moya Disorot, Air Bersih Warga Miskin Masih Mandek

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:56

Purbaya Restui DJP Tambah Jabatan Baru hingga Akhir 2026

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:41

Protes Dedi Mulyadi, 10 Ribu Buruh Jabar akan Datangi Istana

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Kritik di Tembok Kekuasaan

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:30

Dana Haji Khusus Tertahan, DPR Warning Jangan Merugikan Jamaah

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:07

KPK Bidik Riza Chalid di Kasus Suap Katalis

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:59

Sidang Ijazah Jokowi Ditunda Lagi, Bukti Penggugat Belum Valid

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:53

Presiden Minta Media Keluar Ruangan, Lanjutan Taklimat Digelar Tertutup

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:27

Mahasiswa Indonesia Bentangkan Spanduk "Save Venezuela"

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:26

Lurah Batu Ampar Kecewa Lahan Dispora Diserobot Pengembang

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:20

Selengkapnya