Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Harga Jual Rata-rata CPO dan PK Naik, Laba Emiten Sawit Ini Moncer hingga 82 Persen

SENIN, 24 MARET 2025 | 10:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan agrobisnis PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mencatatkan laba bersih yang bertumbuh 82,7 persen sepanjang 2024. 

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia yang dikutip Senin 24 Maret 2025, disebutkan bahwa perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp825,59 miliar naik dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp451,79 miliar.

Angka ini melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 10 persen (yoy). 


Kinerja positif ini ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK). Ditambah lagi, perusahaan melakukan efisiensi biaya produksi.

Harga jual rata-rata CPO pada 2024 adalah sebesar Rp 12.230 per kilogram (kg), naik 11,6 persen dari harga jual rata-rata tahun 2023 sebesar Rp 10.959 per kg. 

Harga jual rata-rata PK sebesar Rp 6.782 per kg, meningkat 56,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Managemen TLDN mencatatkan, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 4,21 triliun, atau naik 5,1 persen dari tahun sebelumnya. 

Secara rinci, pendapatan tersebut berasal dari penjualan CPO yang tercatat sebesar Rp3,85 triliun, naik 2,1 persen (yoy) dan penjualan PK yang tercatat sebesar Rp271,77 miliar, naik 13,5 persen (yoy).

Perseroan berhasil menekan biaya produksi menjadi Rp2,76 triliun, lebih rendah 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,94 triliun. 

Penurunan biaya produksi ini dilakukan secara efektif dengan tetap menjaga kinerja perkebunan kelapa sawit perusahaan.

Sepanjang tahun 2024 total produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 1,22 juta ton, tumbuh 0,5 persen yoy di tengah adanya tantangan dampak dari anomali cuaca.

Direktur Utama TLDN, Wishnu Wardhana mengatakan, peningkatan produksi TBS  merupakan hasil penerapan praktik perkebunan seperti konsistensi aplikasi pemupukan, pemeliharaan, infrastruktur, optimalisasi kegiatan panen dan pemanfaatan teknologi dalam operasional kebun.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya