Berita

Skripsi Presiden ke-7 Joko Widodo/Net

Nusantara

UGM Klaim Ijazah dan Skripsi Jokowi Asli

MINGGU, 23 MARET 2025 | 10:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya buka suara terkait keaslian ijazah dan skripsi Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi yang diragukan oleh beberapa pihak.

Salah satu yang meragukan keaslian ijazah Jokowi itu adalah mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar. Alasannya, lembar pengesahan dan sampul skripsi menggunakan font Time New Roman yang menurutnya belum ada di era tahun 1980-an hingga 1990-an.

Menanggapi itu, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyesalkan adanya informasi yang dianggap menyesatkan yang disampaikan Rismon. Apalagi mantan dosen itu merupakan alumnus dari Prodi Teknik Elektro, Fakultas Teknik UGM.


"Kita sangat menyesalkan informasi menyesatkan yang disampaikan oleh seorang dosen yang seharusnya bisa mencerahkan dan mendidik masyarakat dengan informasi yang bermanfaat," kata Sigit seperti dikutip, Minggu 23 Maret 2025.

Sigit menilai, sebagai seorang dosen, seharusnya Rismon dalam menyimpulkan suatu informasi harus didasarkan pada fakta dan metode penelitian yang baik. 

Salah satunya adalah tidak hanya menampilkan ijazah dan skripsi Jokowi, namun juga melakukan perbandingan dengan ijazah dan skripsi yang diterbitkan pada tahun yang sama di Fakultas Kehutanan UGM.

Terkait penggunaan font Time New Roman pada sampul skripsi dan ijazah seperti yang dituduhkan Rismon dianggap meragukan keaslian dokumen, Sigit menegaskan bahwa di tahun tersebut sudah jamak mahasiswa menggunakan font Time New Roman atau huruf yang hampir mirip dengannya, terutama untuk mencetak sampul dan lembar pengesahan di tempat percetakan.

Bahkan di sekitaran kampus UGM kata Sigit, sudah ada percetakan seperti Prima dan Sanur yang menyediakan jasa cetak sampul skripsi.

"Fakta adanya mesin percetakan di Sanur dan Prima juga seharusnya diketahui yang bersangkutan karena yang bersangkutan juga kuliah di UGM," tutur Sigit.

Sigit menerangkan, sampul dan lembar pengesahan skripsi Jokowi dicetak di percetakan, namun seluruh isi tulisan skripsinya setebal 91 halaman masih menggunakan mesin ketik.

Selanjutnya terkait nomor seri ijazah Jokowi yang disebut tidak menggunakan klaster namun hanya angka saja, Sigit menuturkan bahwa penomoran ijazah di masa itu, Fakultas Kehutanan memiliki kebijakan sendiri dan belum ada penyeragaman dari tingkat universitas.

Penomoran tersebut, kata Sigit, tidak hanya berlaku pada ijazah Jokowi, namun berlaku pada semua ijazah lulusan Fakultas Kehutanan.

"Nomor tersebut berdasarkan urutan nomor induk mahasiswa yang diluluskan dan ditambahkan FKT, singkatan dari nama fakultas,” kata Sigit.

Sigit menegaskan bahwa ijazah dan skripsi Jokowi adalah asli. Sehingga, ia menyesalkan adanya tuduhan yang meragukan ijazah dan  skripsi Jokowi.

"Perlu diketahui ijazah dan skripsi dari Joko Widodo adalah asli. Ia pernah kuliah di sini, teman satu angkatan beliau mengenal baik beliau, beliau aktif di kegiatan mahasiswa (Silvagama), beliau tercatat menempuh banyak mata kuliah, mengerjakan skripsi, sehingga ijazahnya pun dikeluarkan oleh UGM adalah asli," pungkas Sigit.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya