Berita

Ilustrasi

Bisnis

DPR Dukung Agung Sedayu Terlibat Aktif dalam Pembangunan Daerah

SABTU, 22 MARET 2025 | 20:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dampak efisien anggaran tak hanya dirasakan kementerian dan lembaga (K/L), kepala daerah ikut pusing. Dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat dipangkas Rp50 triliun lebih membuat daerah harus menunda sejumlah program pembangunan.

Tapi yakinlah bahwa di balik kesulitan pasti ada jalan keluar. Yakni, peran swasta melalui dana Corporate Social Responsbility (CSR) ternyata cukup membantu.

Misalnya yang dilakukan Agung Sedayu Group selaku pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang berkomitmen untuk membantu Pemkot Serang lewat CSR-nya.


"Kita apresiasi peran swasta yang berperan aktif dalam pembangunan daerah. Pokoknya dalam pembangunan dan kemajuan suatu daerah, kita dukung," papar Wakil Ketua Komisi II DPR, Bahtra Banong.

Dia mengatakan, investasi dari swasta selain sangat membantu daerah dalam percepatan pembangunan, terbukti efektif dalam membuka lapangan kerja.

"Semakin banyak investor yang membangun bisnis di suatu daerah, semakin besar daerah itu untuk maju. Semakin cepat berkembang aerah tersebut," papar politikus Partai Golkar itu dikutip redaksi dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu 22 Maret 2025.

Sebelumnya, Wali Kota Serang, Budi Rustandi dangat mendukung rencana investasi PIK 2 di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Dia meminta masyarakat untuk tidak mengganggu investor yang berencana akan menanamkan modalnya. Pada Rabu 12 Maret 2025, perwakilan Agung Sedayu Group selaku pengembang PIK 2 Township Management Division menyambangi Pemkot Serang.

Mereka menyampaikan rencana untuk memberikan dana CSR untuk Pemkot Serang guna pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Kasemen.

“Ya sangat bagus kalau nawarin CSR ke Kota Serang, kita kan nyari duit. Kalau ada yang mau ngasih CSR, selama itu baik, ambil, Demi kemajuan Kota Serang,” kata Budi, di Serang, Jumat 14 Maret 2025.

Budi mengaku sangat terbuka dengan komitmen Agung Sedayu Group yang ingin memajukan Kota Serang. Apalagi tujuannya mulia, menumbuhkan perekonomian serta menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat.

“Kalau bagus, manfaat, pembelian tanah sesuai dengan harga pasaran, ya kita ladenin gitu aja. Buat apa dibikin sulit,” tegas Budi.

Budi juga mengaku, apabila PIK 2 ingin berinvestasi di Kota Serang, sesuai dengan janji politiknya, yakni menciptakan kota mandiri.

“Bisa jadi, apa pun bisa terjadi selama itu positif dan bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Serang. Terutama angka kemiskinan. Selama itu ada kajian yang baik untuk masyarakat Kota Serang, saya akan terima,” tutur Budi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil menyambut rencana kolaborasi PIK 2 dengan Pemkot Serang, demi mendukung perekonomian masyarakat khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Serang.

Ia menjelaskan Kota Serang sangat tertarik dengan tawaran kolaborasi yang disampaikan PIK 2, terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM dan pariwisata. Kerja sama ini, kata dia, menjadi bagian dari program percepatan pembangunan di Kota Serang. "Kiranya ini menjadi percepatan bagi program yang bisa mendukung kegiatan pariwisata dan UMKM di Kota Serang," katanya.

Wahyu menegaskan, kolaborasi awal terkait program CSR dari PIK 2. Ke depan diharapkan adanya kerja sama investasi dari keduanya. Kolaborasi itu diharapkan bisa mencakup berbagai bentuk bantuan. Mulai dari fasilitas publik, ruang terbuka hijau, hingga sentra kuliner UMKM.

"Untuk pariwisata tergantung Kota Serang punya konsepnya di mana, jadi tidak terbatas pada objek tertentu yang penting pariwisata. Jadi kita yang menyiapkan tempatnya, nanti mereka yang membangun dan menyediakan kebutuhan," katanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya