Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Akhir Pekan, Euro Tertekan oleh Dolar AS

SABTU, 22 MARET 2025 | 07:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar AS menguat terhadap Euro menjelang akhir pekan. 

Investor mengambil keuntungan dari kenaikan Euro baru-baru ini, menjelang batas waktu tarif timbal balik AS yang akan berlaku pada 2 April, membuat nilai Dolar AS menguat.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 22 Maret 2025, Euro melemah 0,3 persen menjadi 1,08223 Dolar AS dalam perdagangan Jumat  dan diprediksi akan menutup pekan dengan penurunan 0,6 persen. 


Ini merupakan kerugian mingguan pertama Euro sejak 28 Februari.

Dolar AS bisa sedikit bernapas lega di akhir pekan ini, sebab sepanjang tahun ini tertekan akibat kekhawatiran atas dampak kebijakan perdagangan pemerintahan Trump terhadap pertumbuhan ekonomi AS. 

Keputusan Federal Reserve (The Fed) bahwa mereka tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga, membantu penguatan Dolar AS. 

Investor beramai-ramai mengambil keuntungan setelah reli besar Euro. 

"EUR/USD benar-benar mengalami reli yang sangat besar pada kuartal ini. Jadi, wajar saja jika kita melihat beberapa aksi ambil untung menjelang batas waktu tarif 2 April," terang George Vessey, kepala strategi makro dan valas di Convera. 

Pekan ini, The Fed, Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga. Mereka menilai dampak ekonomi dari kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump terhadap mitra dagang global.

Dolar AS juga menguat 0,3 persen terhadap Yen Jepang, menjadi 149,21 yen. Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga dan memperingatkan tentang meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan tarif AS terhadap mitra dagang.

Poundsterling melemah 0,3 persen menjadi 1,293 Dolar AS. 

Bitcoin, mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, turun sekitar 1 persen menjadi 83.973 Dolar AS.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya